MAFINDO Gelar AI Goes to School Bersama Pergunu
Bandar Lampung, M-TJEK NEWS – MAFINDO Lampung menggelar program AI Goes to School (AI GTS) bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan Pergunu Lampung untuk meningkatkan literasi kecerdasan artifisial di kalangan guru.
Kegiatan ini berlangsung di Ruang Abung, Gedung Balai Keratuan, Kantor Gubernur Lampung, Senin (2/11/2026), dan diikuti sekitar 200 guru Pergunu Lampung.
Melalui program ini, MAFINDO mengajak para pendidik meningkatkan literasi digital sekaligus mengenal berbagai perangkat kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).
Selain itu, pelatihan ini membantu guru memahami pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran.
Thomas Amirico Buka Kegiatan AI Goes to School
Panitia mengawali kegiatan dengan pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan Mars Ya Lal Wathon.
Selanjutnya, Thomas Amirico, S.STP., M.H., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, membuka kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Thomas mewakili Wakil Gubernur Lampung, dr. Jihan Nurlela, M.M., yang berhalangan hadir karena menjalankan kunjungan kerja ke Kabupaten Pesisir Barat.
Ia menyampaikan sambutan mengenai pentingnya literasi, pemanfaatan, dan etika penggunaan AI dalam dunia pendidikan.
“Hari ini kita akan belajar tentang 3 hal yaitu literasi ai,pemanfaatan ai dan etika ai,kita hidup dijaman ketika tekhnologi bergerak sangat cepat ai sudah hadir dalam konsep ruang kerja dan meja belajar anak anak kita,oleh karena itu kita tidak boleh ketinggalan,kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital dalam dunia pendidikan,”ujar Thomas.
Thomas Amirico Ajak Guru Beradaptasi dengan AI
Selanjutnya, Thomas menyoroti pentingnya kemampuan guru dalam mengikuti perkembangan teknologi. Ia mengajak para pendidik memanfaatkan AI sebagai alat pendukung kegiatan belajar mengajar.
“Teacher versus ai,tapi hari ini kita berharap teacher with ai,jadi guru guru harus beradaptasi dengan ai,karena mau tidak mau tekhnologi dan era terus berkembang,tentu guru di harapkan bisa beradaptasi sehingga bisa menggunakan tekhnologi dengan baik dalam proses pembelajaran diwilayah dan disektor dinas masing masing,” ungkapnya.

MAFINDO Bagi Peserta dalam Lima Kelompok
Usai pembukaan, MAFINDO Lampung melanjutkan kegiatan dengan sesi pelatihan dan pendampingan.
Panitia membagi sekitar 200 peserta ke dalam lima kelompok agar setiap guru dapat mengikuti materi dan praktik secara lebih terarah.
Selain itu, setiap kelompok mendapat pendampingan dari satu asisten trainer. Para pendamping membantu peserta memahami materi sekaligus mempraktikkan penggunaan berbagai perangkat AI untuk menunjang kegiatan pembelajaran.
MAFINDO Gelar Tanya Jawab dan Bagikan Doorprize
Selama pelatihan, MAFINDO Lampung juga mengadakan sesi tanya jawab antara peserta dan trainer.
Melalui sesi tersebut, para guru dapat menyampaikan pertanyaan sekaligus memperdalam pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi AI.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia membagikan doorprize kepada peserta yang mengajukan pertanyaan dan peserta paling aktif selama sesi bimbingan bersama co-trainer.

Melalui AI Goes to School, MAFINDO Lampung mendorong para guru memahami literasi, pemanfaatan, dan etika kecerdasan artifisial.
Dengan bekal tersebut, para pendidik diharapkan mampu mengembangkan keterampilan digital serta menggunakan teknologi AI secara tepat dalam proses pembelajaran. (Chandra Prasetya)

