Masjid Agung Menggala Menjadi Jejak Sejarah Islam

Tulang Bawang, M-TJEK NEWS—  Masjid Agung Menggala menjadi salah satu peninggalan bersejarah Islam di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Masjid yang berada di kawasan Kibang, Menggala, ini berdiri sejak 1830 M dan terus menjadi bagian dari perjalanan kehidupan keagamaan masyarakat setempat. Catatan sejarah juga menyebut masjid ini sebagai salah satu masjid tua di Lampung.

  • Pembangunan berkaitan dengan perkembangan Menggala

Sebelum bangunan yang sekarang berdiri, masyarakat Menggala telah memiliki masjid yang berkembang sejak masa sebelumnya. Sejumlah catatan sejarah menyebut para pangeran di Tulang Bawang ikut berperan dalam pembangunan tempat ibadah tersebut. Kemudian, pada masa pembangunan Kota Menggala, masyarakat memindahkan Masjid Kibang ke kawasan Kibang Libou dan membangun kembali masjid pada 1829 M.

Selanjutnya, masyarakat meresmikan Masjid Agung Kibang pada 1830 M. Catatan sejarah menyebut H.M. Thahir Banten sebagai marbut pertama masjid tersebut. Sejak saat itu, masjid terus menjalankan fungsi utamanya sebagai tempat ibadah sekaligus menjadi bagian dari sejarah perkembangan masyarakat Menggala.

  • Menara hadir pada 1913 M

Perjalanan Masjid Agung Menggala terus berlanjut. Pada 1913 M atau 1332 H, masyarakat menambahkan bangunan menara di bagian barat daya bangunan utama. Kehadiran menara tersebut kemudian menjadi salah satu unsur penting dalam karakter bangunan masjid.

Kemudian, masyarakat melakukan pemugaran pada 1938 M atau 1357 H. Setelah itu, masjid kembali mengalami pemugaran pada 1985 M, terutama pada bagian atap. Renovasi tersebut menjaga keberlangsungan bangunan sekaligus mempertahankan sejumlah karakter arsitektur lama.

  • Mempertahankan ciri arsitektur lama

Hingga kini, Masjid Agung Menggala masih memperlihatkan sejumlah unsur arsitektur yang menjadi cirinya. Atap masjid memiliki dua susunan dan bagian puncaknya menggunakan bentuk kubah bawang. Selain itu, bagian serambi memiliki tiang bergaya Tuscan, sementara halaman samping masih menyimpan ubin terakota.

Dengan perjalanan sejarah yang panjang, Masjid Agung Menggala tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Masjid tersebut juga menjadi bagian dari warisan sejarah Kota Menggala dan mencerminkan perkembangan kehidupan Islam serta kebudayaan masyarakat Tulang Bawang dari masa ke masa. (Danang Permana)