Proses Pendidikan Berjalan Baik, Sarana Fisik Masih Butuh Pembenahan
Lampung Selatan, M-TJEK NEWS— SDN 1 Krawangsari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, terus menjalankan proses belajar mengajar dan berbagai aktivitas siswa dengan baik.
Namun, disisi lain sejumlah bangunan sekolah masih membutuhkan perbaikan, terutama bagian atap yang mengalami kerusakan dan kebocoran.
Sekolah yang berada di Dusun Jepang, Desa Krawangsari tersebut tetap mengembangkan kegiatan pendidikan meski kondisi sejumlah fasilitas fisik belum sepenuhnya mendukung.
Sementara, Wali murid menilai proses pembelajaran sudah berjalan baik dan mendukung upaya perbaikan sarana sekolah.
Proses Belajar Mengajar Dinilai Sudah Baik
Anita Arfenia Putri misalnya, perwakilan wali kelas 2 SD Negeri 1 Krawangsari, menyampaikan bahwa proses pendidikan di sekolah tetap berjalan dengan baik.
Menurut Anita, para guru menjalankan tugas dengan baik dan terus mengembangkan kreativitas dalam kegiatan pembelajaran.
“Menurut saya, guru-gurunya alhamdulillah luar biasa, bagus, baik, kinerjanya bagus, dan sangat kreatif,” katanya kepada Media, Senin (5/10/2026).
Selain kegiatan pembelajaran, sekolah juga menjalankan sejumlah kegiatan yang mendukung perkembangan siswa.
Anita menyebut beberapa kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, silat, dan tari.
Sekolah juga menjalankan pembiasaan keagamaan seperti salat dhuha, salat dzuhur, serta mengaji sebelum pembelajaran.
“Alhamdulillah ada, lebih baik lagi. Contohnya seperti banyak-banyak ekskul seperti pramuka, silat, tari, dan ada tambahan-tambahan pelajaran terutama salat dhuha, salat dzuhur. Itu di awal sebelum mengajar juga diutamakan mengaji dahulu,” jelasnya.
Sejumlah Atap Bangunan Mengalami Kerusakan
Di tengah aktivitas pendidikan yang terus berjalan, kondisi fisik sekolah masih membutuhkan perhatian.
Berdasarkan pantauan NU Media Jati Agung Yang merupakan jaringan M-TJEK NEWS, di lokasi, sejumlah bagian bangunan sekolah terlihat mengalami kerusakan.
Bagian atap menjadi salah satu kondisi yang paling terlihat, sehingga pada bagian atap tersebut mengalami kebocoran.
Lebih lanjut, Anita menyebut kondisi itu terutama terdapat pada sejumlah ruang kelas.
“SD Negeri 1 Krawangsari perlu banyak perbaikan. Kelas 1, kelas 2, kelas 3 itu gedungnya banyak yang rusak, terutama genteng-gentengnya, atapnya itu pada bocor dan dinding-dindingnya banyak yang rusak. Untuk yang terkait, saya mohon untuk diperbaiki,” ujar Anita.
Kondisi ini menjadi perhatian karena ruang kelas digunakan siswa setiap hari dalam mengikuti proses pembelajaran.
Wali Murid Dukung Perbaikan Sekolah
Lebih jauh, Wali murid juga menilai persoalan utama yang masih perlu mendapat perhatian berada pada sarana dan prasarana sekolah.
Senada dengan Anita, Yeni, selaku wali murid yang memiliki anak di kelas 4 dan kelas 2, menilai proses pembelajaran dan aktivitas sekolah sudah berjalan dengan baik.
“Menurut saya sih bagus, cuma ya itu di sini kita mau membahas tentang pembangunannya. Kalau masalah di dalamnya itu tentang pelajaran, tentang aktivitas semua bagus. Cuma ya itu, tinggal kita memperbaiki keadaan sekolahnya,” ungkap Yeni.
Menurut Yeni, perkembangan sekolah dari sisi pembelajaran dan aktivitas pendidikan sudah cukup baik. Namun, perkembangan tersebut perlu diiringi dengan peningkatan fasilitas.
Perkembangan Sekolah Dinilai Capai 90 Persen
Yeni menilai perkembangan SD Negeri 1 Krawangsari saat ini sudah mencapai sekitar 90 persen.
Menurutnya, proses pembelajaran, kegiatan siswa, dan aktivitas pendidikan sudah berjalan.
Hal yang masih perlu didorong adalah pembangunan dan pembenahan fasilitas.
“Ada, yaitu 90%. 100-nya mungkin tentang pembangunan. Kalau tentang pelajaran, tentang kegiatan, tentang semuanya sudah 90%, tinggal dibarengin dengan pembangunannya, itu aja,” ujarnya.
Penilaian tersebut menunjukkan bahwa wali murid tidak hanya melihat kondisi fisik sekolah, tetapi juga mengapresiasi perkembangan proses pendidikan yang berlangsung.
Kepala Sekolah Baru Dinilai Lebih Aktif
Selain proses pembelajaran, wali murid dan pihak sekolah juga melihat adanya perubahan dalam kepemimpinan sekolah.
Anita menilai kepala sekolah baru menunjukkan kedisiplinan dan aktif mengikuti kegiatan di sekolah.
“Menurut saya, Ibu Kepala Sekolah Krawangsari yang baru itu bagus ya, karena disiplin. Kalau berangkat itu tepat waktu, bahkan sebelum murid-murid dan guru berangkat, itu kepala sekolah sudah berangkat duluan,” tutur Anita.
Yeni juga melihat kepala sekolah baru lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan sekolah.
“Saya akui, soalnya beda dengan yang kemarin-kemarin, sekarang lebih ke yang berpartisipasi juga. Itu sih intinya mah partisipasi, kalau terlalu vakum juga kan nggak bagus,” katanya.
SDN 1 Krawangsari Sudah Ajukan Revitalisasi
Persoalan sarana fisik tersebut sebelumnya telah menjadi perhatian sekolah. SDN 1 Krawangsari telah mengajukan bantuan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.
Pengajuan tersebut kini telah memasuki tahap verifikasi berkas tahap II.
Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses pengajuan bantuan revitalisasi yang diharapkan dapat mendukung perbaikan sarana dan prasarana sekolah.
Dengan adanya pengajuan tersebut, kebutuhan perbaikan bangunan diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui program revitalisasi sesuai tahapan yang sedang berjalan.
Wali Murid Berharap Fasilitas Semakin Lengkap
Anita berharap perbaikan tidak hanya menyasar ruang kelas, tetapi juga dapat menambah fasilitas pendukung pendidikan.
“Harapan saya, saya ingin yang terkait menambahkan fasilitas gedung seperti UKS, musala, perpustakaan, dan fasilitas-fasilitas yang lain, seperti perbaikan gedung di setiap kelasnya,” ujarnya.
Sementara Yeni berharap perkembangan sekolah yang saat ini dinilainya sekitar 90 persen dapat terus meningkat.
“Lebih baik lagi, pokoknya dari 90% bagaimana bisa mencapai 100%, itu aja sih,” kata Yeni.
Pendidikan Berjalan, Revitalisasi Diharapkan Menyusul
SDN 1 Krawangsari menunjukkan bahwa keterbatasan sarana tidak menghentikan proses pendidikan.
Kegiatan belajar mengajar, ekstrakurikuler, dan pembiasaan siswa tetap berjalan.
Di sisi lain, kondisi sejumlah bangunan, terutama atap yang mengalami kerusakan dan kebocoran, masih membutuhkan pembenahan.
Dukungan wali murid serta pengajuan bantuan revitalisasi menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan fasilitas sekolah.
Dengan proses belajar mengajar yang dinilai sudah berjalan baik, perbaikan sarana diharapkan dapat menyusul sehingga perkembangan pendidikan di SDN 1 Krawangsari dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas lingkungan belajar siswa. (Erwin Indra Saputra)













