Sejarah Tugu Naga Tubaba dan Asal-Usulnya

TULANG BAWANG BARAT, M-TJEK NEWS— Sejarah Tugu Naga Tubaba berkaitan dengan cerita lokal dan identitas budaya masyarakat Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung. Monumen yang dikenal sebagai Tugu Rato Nago Besanding ini menampilkan dua naga putih yang menarik kereta kencana dengan sepasang tokoh berbusana adat Lampung.

Selain menjadi penanda kawasan, tugu tersebut menarik perhatian masyarakat karena bentuknya yang khas. Kehadirannya juga memperkenalkan unsur budaya lokal kepada pengunjung yang melintasi wilayah Tubaba.

  • Asal-Usul Nama Tugu Rato Nago Besanding

Cerita mengenai sejarah Tugu Naga Tubaba berkaitan dengan sebutan Tulung Naga atau Rawa Naga yang berkembang dalam catatan lokal. Masyarakat sekitar juga mengenal nama Rawa Kebo untuk kawasan tersebut.

Menurut cerita yang berkembang secara turun-temurun, kawasan itu berkaitan dengan keberadaan rawa pada masa lampau. Selain itu, masyarakat mengenal legenda naga yang menjadi bagian dari cerita lokal.

Namun, cerita mengenai naga tersebut termasuk legenda masyarakat dan belum dapat dipastikan sebagai fakta sejarah. Oleh karena itu, masyarakat perlu membedakan cerita rakyat dari catatan sejarah yang memiliki bukti pendukung.

  • Pembangunan Tugu Naga sebagai Ikon Tubaba

Tugu Rato Nago Besanding menjadi salah satu penanda visual Kabupaten Tulang Bawang Barat. Sejumlah catatan yang terbit sebelumnya menyebutkan bahwa pembangunan monumen ini berlangsung sekitar 2015 dan melibatkan pematung asal Bali, I Wayan Winten.

Dari segi desain, monumen tersebut menampilkan dua naga putih dengan ornamen keemasan yang menarik kereta kencana. Di atas kereta itu, terdapat sepasang tokoh yang mengenakan busana adat Lampung.

Perpaduan unsur naga, kereta kencana, dan pakaian adat memberikan ciri khas pada monumen tersebut. Selain menampilkan karya seni monumental, desainnya juga mengangkat unsur budaya yang dikenal masyarakat setempat.

  • Makna Budaya Tugu Naga Tubaba

Keberadaan Tugu Naga Tubaba menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk mengenal identitas daerah melalui karya seni. Monumen ini menampilkan unsur budaya Lampung sekaligus memperkaya ciri visual kawasan Tulang Bawang Barat.

Selain itu, penggambaran sepasang tokoh dengan busana adat memperlihatkan unsur tradisi dalam desain monumen. Sementara itu, dua naga yang menarik kereta kencana menjadi bagian paling menonjol dari bentuk tugu tersebut.

Masyarakat juga memanfaatkan kawasan monumen sebagai tempat untuk berfoto ketika melintas. Dengan demikian, tugu ini memiliki daya tarik visual sekaligus memperkenalkan salah satu ikon daerah kepada pengunjung.

  • Lokasi Tugu Rato Nago Besanding

Tugu Rato Nago Besanding berada di kawasan Panaragan Jaya, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung. Monumen ini berdiri di sekitar persimpangan jalan menuju wilayah Kagungan Ratu.

Selain itu, lokasinya tidak jauh dari kawasan Islamic Center Tubaba. Posisi tersebut membuat masyarakat yang melintasi kawasan itu lebih mudah mengenali monumen tersebut.

Pengunjung dapat melihat langsung bentuk naga putih, kereta kencana, serta ornamen yang menghiasi tugu. Kawasan ini juga menjadi salah satu titik yang dapat dikunjungi masyarakat untuk mengenal ikon daerah Tubaba.

  • Menjaga Sejarah dan Identitas Budaya Tubaba

Tugu Rato Nago Besanding menjadi salah satu penanda identitas Kabupaten Tulang Bawang Barat. Keberadaan monumen ini memperlihatkan bagaimana karya seni dapat menghadirkan unsur budaya dan cerita lokal dalam ruang publik.

Karena itu, masyarakat dapat ikut mengenalkan sejarah tugu kepada generasi muda melalui informasi yang akurat. Selain mempertahankan cerita rakyat, penyampaian informasi juga perlu merujuk pada catatan sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan mengenal sejarah Tugu Naga Tubaba, masyarakat dapat memahami lebih jauh keberadaan salah satu ikon daerah Lampung ini, mulai dari bentuk monumen hingga cerita lokal yang menyertainya.

(Danang Permana)