Pengajian Perdana PAC Fatayat NU Jati Agung

Lampung Selatan, M-TJEK NEWS- Fatayat NU Jati Agung menggelar pengajian rutin perdana pada Ahad (1/2/2026) di Masjid Al-Jabbar HMDS, TPQ Al Qomar, Dusun III, Desa Marga Kaya, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan.

Kegiatan ini berlangsung khidmat dan menjadi agenda perdana PAC Fatayat NU Jati Agung sejak organisasi tersebut berdiri kurang dari satu tahun.

  • Dihadiri Tokoh Agama dan Unsur NU

Selain itu, pengajian ini menghadirkan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Muta’allimin Kyai Muhammad Sahalludin Mahfudz sebagai penceramah utama.

Kemudian, turut hadir pada kegiatan itu, Kepala Dusun V Desa Marga Kaya Paino, Ketua PAC Fatayat NU Jati Agung Nyai Binti Sayyidatun N, Ketua Ranting Muslimat NU Desa Marga Kaya, Ketua Tanfidziyah PRNU Marga Kaya, serta para Ketua Ranting Fatayat se-Kecamatan Jati Agung.

  • Rangkaian Kegiatan Pengajian

Rangkaian pengajian diawali dengan khataman Al-Qur’an oleh para sahabat Fatayat NU Jati Agung.

Selanjutnya, Kyai Muhammad Sahalludin Mahfudz menyampaikan tausiyah yang menekankan pentingnya keistiqamahan dalam berorganisasi dan berkhidmah.

Foto Ist: Kyai Muhammad Sahaluddin Mahfudz, saat memberi tausiyah di pengajian perdana rutinan PAC Fatayat NU Jati Agung, Ahad (1/2/2026)
  • Ketua PAC Sampaikan Rasa Syukur

Dalam sambutannya, Ketua PAC Fatayat NU Jati Agung, Nyai Binti Sayyidatun N, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pengajian perdana tersebut.

“Ini adalah agenda perdana Fatayat NU Jati Agung. Alhamdulillah, meski usia organisasi belum genap satu tahun, kita sudah berhasil membentuk dua ranting,” ujarnya.

  • Optimisme Pengembangan Ranting

Ia kemudian menegaskan pentingnya optimisme dalam pengembangan organisasi Fatayat NU di tingkat kecamatan.

“Kita harus optimis. Insyaallah di setiap ranting MuslimatNU juga akan berdiri ranting FatayatNU,” katanya.

Foto Ist: Nyai Binti Sayyidatun Ketua PAC Fatayat NU Jati Agung, saat memberikan sambutan.
  • Khidmah sebagai Landasan Organisasi

Lebih lanjut, Nyai Binti Sayyidatun  menegaskan bahwa berorganisasi di Fatayat NU merupakan bentuk kecintaan terhadap agama, bangsa, dan para ulama.

“Dalam organisasi ini, kita tidak mencari siapa yang paling cantik, paling pintar, atau paling kaya. Yang membedakan kita hanyalah keikhlasan,” tegasnya.

Ia juga mengibaratkan organisasi sebagai pohon yang membutuhkan akar, ranting, dan daun agar tetap hidup dan memberi manfaat.

  • Ajakan Aktif Berkontribusi

Selain itu, ia mengingatkan bahwa khidmah di Fatayat NU bertujuan mencari keberkahan dan rida Allah SWT, bukan materi.

“Kita harus dijauhkan dari sifat ‘tomat’—datang, melihat, lalu pergi tanpa kontribusi. Datanglah dengan niat khidmah, karena Allah yang akan membalas setiap kebaikan,” pesannya.

  • Kepala Dusun Beri Apresiasi

Sementara itu, Kepala Dusun V Desa Marga Kaya, Paino, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pengajian rutin NU di wilayahnya.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan pengajian ini. Mudah-mudahan ke depan bisa terus berlanjut dan jamaahnya semakin banyak,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan jamaah agar menjaga kesehatan menjelang bulan suci Ramadan.

“Semoga kita semua dipertemukan kembali dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat,” tuturnya.

  • Penguatan Konsolidasi Fatayat NU

Pengajian perdana ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan konsolidasi organisasi Fatayat NU serta sarana mempererat ukhuwah Nahdliyin di Kecamatan Jati Agung. (ARIF)