Prabowo Pantau Pembangunan Huntara Korban Banjir

Jakarta, M-TJEK NEWS- Presiden Prabowo Subianto memantau pembangunan huntara bagi korban banjir Sumatera yang saat ini berlangsung di Aceh Tamiang.

Pemerintah menyiapkan hunian sementara tersebut untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana di tiga provinsi, sekaligus memastikan warga memiliki tempat tinggal layak dalam masa tanggap darurat.

  • Danantara Bangun 600 Huntara dalam Waktu Singkat

Presiden menyampaikan apresiasi kepada BPI Danantara yang membangun 600 unit huntara dalam waktu relatif singkat.

Ia menilai langkah tersebut mencerminkan komitmen kuat dalam menangani dampak bencana secara cepat dan terukur.

“Saya terima kasih sama Danantara yang telah melakukan pekerjaan yang saya lihat baik, ini membangun 600 hunian dalam waktu singkat itu suatu prestasi,” kata Prabowo dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (1/1/2026).

Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut saat memimpin rapat penanganan bencana bersama jajaran menteri dan direktur utama BUMN di Aceh Tamiang.

  • Prabowo Soroti Atap Huntara Pakai Seng

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyoroti penggunaan atap seng pada bangunan huntara.

Menurutnya, material tersebut menimbulkan suhu panas di dalam hunian dan berpotensi mengurangi kenyamanan warga korban banjir.


Baca Juga: Prabowo Terbuka Terima Bantuan Korban Banjir Sumatera


Ia kemudian meminta pihak terkait mencari solusi alternatif material atap yang lebih ramah iklim.

Prabowo menegaskan solusi tersebut tidak harus menggunakan bahan mahal, melainkan dapat memanfaatkan material lokal yang sederhana.

“Saya tanya bagaimana ini seng panas, coba dipikirkan kalau bisa kita kasih apa solusi,” katanya.

Prabowo juga menyebut opsi material lokal seperti anyaman, ijuk, atau lapisan bahan tekstil tambahan di atas seng sebagai alternatif yang layak dipertimbangkan.

  • Danantara Anggarkan Rp 1 Triliun untuk Huntara

Sementara itu, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menjelaskan bahwa Danantara tengah membangun total 15.000 unit huntara di tiga provinsi.

Program tersebut melibatkan seluruh BUMN melalui pengumpulan dana CSR dengan nilai signifikan.

“Kami pada saat ini sudah menargetkan untuk pengeluaran dari CSR seluruh BUMN kurang lebih kita anggarkan Rp 1 triliun,” kata Rosan.

Ia menambahkan, proyek pembangunan huntara dimulai dari Aceh Tamiang dengan target serah terima kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026.

  • Pengeluaran Capai Rp 655 Miliar

Rosan juga menyampaikan bahwa hingga saat ini, Danantara telah mengeluarkan dana sekitar Rp 655 miliar untuk pembangunan hunian korban bencana.

Pemerintah berharap alokasi dana tersebut mampu mengakselerasi seluruh proses pembangunan dan pemulihan pascabencana secara menyeluruh. (ARIF).