Indonesia Bahas Teknis Pembebasan Kapal di Selat Hormuz

Jakarta, M-TJEK NEWS Selat Hormuz menjadi fokus pembahasan pemerintah Indonesia setelah dua kapal tanker milik Pertamina masih tertahan di kawasan tersebut. 

Kementerian Luar Negeri bersama PT Pertamina International Shipping (PIS) mulai membahas teknis pembebasan kapal setelah negosiasi Indonesia mendapatkan respons positif dari Iran.

  • Kemlu dan PIS Bahas Teknis Keselamatan Kapal

Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping Vega Pita menyampaikan bahwa PIS dan Kementerian Luar Negeri saat ini membahas teknis agar kedua kapal dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.

“PIS bersama Kemlu tengah membahas teknis agar kedua kapal, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman,” ujar Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping Vega Pita dikutip dari ANTARA, Sabtu (28/3/2026).

  • Dua Kapal Masih Berada di Teluk Persia

Vega menjelaskan bahwa Pertamina Pride beroperasi untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. 


Baca Juga:Korban Truk Rem Blong PJR Tak Dipedulikan, Kuasa Hukum Siapkan Gugatan


Sementara itu, Gamsunoro melayani distribusi energi untuk pihak ketiga. Saat ini, kedua kapal masih berada di Teluk Arab atau Teluk Persia.

Selain itu, Pertamina memprioritaskan keselamatan seluruh awak kapal serta keamanan kapal dan muatan. Oleh karena itu, perusahaan terus berkoordinasi dengan pemerintah.

“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik,” ucap Vega.

  • Pemerintah Iran Beri Respons Positif

Vega juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang memberikan dukungan penuh dalam menangani situasi tersebut. 


Baca Juga:Benih PS-08 Diluncurkan, Harapan Baru Petani Palas


Sejak penutupan Selat Hormuz akibat peperangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, PIS terus melakukan koordinasi intensif dengan Kemlu.

“Hingga saat ini, upaya diplomasi tersebut terus berjalan,” kata Vega.

  • Diplomasi Indonesia Terus Berjalan

Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela memastikan bahwa pemerintah Iran telah merespons positif permintaan pemerintah Indonesia agar dua kapal tanker Pertamina dapat melintas dengan aman.

“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” kata Nabyl, Jumat (27/3/2026).

Lebih lanjut, pihak terkait menjalankan langkah tindak lanjut pada aspek teknis dan operasional.

Namun, pemerintah belum memastikan waktu keberangkatan kapal keluar dari Selat Hormuz. (ARIF)