Trump Iran Tunda Serangan Militer ke Teheran

Jakarta, M-TJEK NEWSPresiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penundaan serangan militer terhadap Iran selama lima hari dalam perkembangan terbaru konflik Trump Iran di Timur Tengah. 

Keputusan ini muncul setelah Amerika Serikat dan Iran menggelar pembicaraan selama dua hari terakhir untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga minggu.

Trump mengatakan Amerika dan Iran telah mengadakan pembicaraan “sangat baik” untuk mengakhiri perang Timur Tengah. 

Selain itu, ia menyebut Washington dan Teheran telah mengadakan “percakapan produktif” menuju “resolusi lengkap dan total” permusuhan di Timur Tengah. 

Ia juga menegaskan bahwa dirinya telah memberi tahu Pentagon untuk “menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari, dengan syarat keberhasilan pertemuan yang sedang berlangsung”.

“Pihak AS dan Iran akan terus berbicara sepanjang minggu,” tulis AFP mengutip Trump lagi, Selasa (24/3/2026).

  • Iran Bantah Ada Pembicaraan dengan AS

Namun demikian, pernyataan Trump mengejutkan publik. Sebelumnya Trump mengancam akan menyerang pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz. 

Sementara itu, di Iran, media mengutip pernyataan kementerian luar negeri yang membantah adanya pembicaraan tersebut.

Iran justru menyarankan bahwa Trump berupaya menurunkan harga energi yang melonjak akibat perang.

  • Konflik Ganggu Jalur Minyak Dunia

Di sisi lain, serangan AS-Israel masih terus dibalas oleh Iran dengan membatasi lalu lintas melalui Selat Hormuz yang merupakan jalur utama seperlima minyak mentah global. 

Selain itu, Iran juga menyerang lokasi energi dan kedutaan besar AS di seluruh Teluk serta target di Israel.

Kepala Badan Energi Internasional Fatih Birol memperingatkan bahwa jika perang berkepanjangan, kehilangan minyak harian dapat membawa dunia pada krisis yang lebih buruk dibandingkan dampak gabungan dari guncangan minyak tahun 1970-an dan invasi Rusia ke Ukraina.

  • Harga Minyak Dunia Langsung Turun

Akibat konflik tersebut, harga minyak sempat melonjak di atas US$100 per barel. Namun setelah pengumuman Trump, harga minyak turun tajam. 

Harga minyak mentah Brent Laut Utara anjlok lebih dari 14% menjadi US$96,00 per barel.

Sementara itu, kontrak minyak utama AS West Texas Intermediate turun lebih dari 14% menjadi US$84,37 per barel.

Penurunan harga minyak terjadi karena pasar merespons penundaan serangan dan peluang meredanya konflik Trump Iran di Timur Tengah. (ARIF)