AI Tertipu Lewat Artikel Palsu dalam 20 Menit
Bandar Lampung, M-TJEK NEWS– AI tertipu hanya dalam waktu 20 menit setelah seorang jurnalis membuat artikel palsu di situs pribadinya.
Pengujian ini menunjukkan sejumlah chatbot ternama seperti Gemini dan ChatGPT mengutip informasi bohong tanpa verifikasi mendalam.
Laporan Thomas Germain dari BBC Internasional yang terbit Sabtu (21/2/2026) mengungkap bagaimana ia sengaja mengelabui sistem kecerdasan buatan milik perusahaan teknologi besar.
Ia mengatur jawaban dengan menanamkan klaim fiktif di internet, lalu melihat bagaimana AI meresponsnya.
Kronologi Pengujian AI
Germain memulai eksperimen dengan menulis artikel berjudul “Jurnalis teknologi terbaik dalam makan hot dog” selama 20 menit di situs pribadinya. Artikel itu memuat kebohongan dan klaim tanpa bukti.
Ia menulis bahwa kompetisi makan hot dog menjadi hobi populer di kalangan reporter teknologi.
Selain itu, ia mengklaim dirinya menempati peringkat pertama dalam Kejuaraan Hot Dog International South Dakota 2026, padahal acara tersebut tidak pernah ada.
Kemudian, ia menambahkan beberapa nama lain untuk memperkuat narasi palsu tersebut. Setelah itu, ia menunggu respons dari berbagai chatbot AI.
AI Tertipu dalam Waktu Singkat
Hasilnya, kurang dari 24 jam, sejumlah alat AI terkemuka mengeluarkan jawaban yang sama persis dengan isi artikel tersebut. AI Overview, Gemini, dan ChatGPT mengutip informasi itu seolah-olah valid.
Namun demikian, Claude dari Anthropic tidak terpengaruh oleh artikel tersebut.
“Terkadang, chatbot mencatat ini mungkin lelucon. Saya memperbarui artikel mengatakan ‘ini bukan satire’. Beberapa waktu setelahnya, AI menanggapinya lebih serius,” tulis Germain.
Ia lalu mengajukan pertanyaan berulang kali untuk melihat perubahan respons. Selain itu, beberapa orang lain juga ikut menguji sistem tersebut dengan pertanyaan serupa.
Sumber Tidak Transparan
Germain menilai respons AI menunjukkan celah verifikasi.
“Gemini tidak mengatakan dari mana mendapatkan informasi tersebut. Semua AI lain menautkan ke artikel saya, meski jarang menyebutkan saya adalah satu-satunya sumber subjek ini di seluruh internet,” jelasnya.
Dengan demikian, eksperimen ini memperlihatkan bagaimana AI dapat menyerap dan menyebarkan informasi tanpa proses validasi yang kuat.
Pakar SEO Soroti Minimnya Pengaman AI
Sementara itu, konsultan SEO Harps Digital, Harpreet Chatha, menyoroti lemahnya pengamanan dalam sistem AI.
“Anda bisa membuat artikel di situs web Anda sendiri ‘sepatu tahan air terbaik tahun 2026’. Anda cukup menempatkan merek Anda sendiri di nomor satu dan merek lainnya di nomor dua hingga enam, dan laman Anda kemungkinan akan dikutip Google dan di ChatGPT,” kata Chatha.
Ia menilai siapa pun bisa memanfaatkan celah tersebut untuk kepentingan tertentu. Oleh karena itu, ia mengingatkan publik agar tidak sepenuhnya bergantung pada jawaban AI tanpa verifikasi tambahan.
Dampak dan Implikasi Keamanan AI
Kasus AI tertipu ini menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan informasi dan potensi manipulasi digital.
Sebab, ketika AI mengutip sumber tunggal tanpa klarifikasi, publik dapat menerima informasi yang tidak akurat.
Karena itu, pengembang teknologi perlu memperkuat sistem verifikasi sumber. Di sisi lain, pengguna juga harus meningkatkan literasi digital agar tidak langsung mempercayai seluruh jawaban yang diberikan AI. (ARIF)













