Ancaman AI Picu Kekhawatiran Pendiri OpenAI

Jakarta, M-TJEK NEWS Ancaman AI kembali menjadi sorotan setelah Elon Musk memperingatkan potensi kecerdasan buatan yang bisa membahayakan umat manusia.

Ia mengungkapkan hal tersebut dalam kesaksian sidang gugatan terhadap CEO Sam Altman dan jajaran pimpinan OpenAI.

Selain itu, Musk menjelaskan bahwa awal berdirinya OpenAI berangkat dari kekhawatiran terhadap perkembangan AI yang dinilai tidak memperhatikan aspek keselamatan, khususnya dari perusahaan teknologi besar seperti Google.

  • Gugatan Musk Ungkap Sejarah OpenAI

Dalam sidang tersebut, Musk menuduh Altman mengubah misi awal OpenAI yang berorientasi pada kemanusiaan menjadi perusahaan yang mengejar keuntungan.

“Pada dasarnya, saya duga mereka akan membuat gugatan ini terlihat sangat rumit, padahal sangat sederhana. Apa boleh amal dicuri?” katanya.

Lebih lanjut, Musk menegaskan bahwa dirinya memiliki peran besar dalam mendirikan OpenAI, mulai dari memberikan ide, menentukan nama, hingga menyediakan modal awal.

“Saya yang memberikan ide, nama, merekrut pegawai kunci, mengajari mereka semua yang saya tahu, menyediakan modal awal,” kata Musk.

  • Percakapan dengan Larry Page Jadi Titik Awal

Sementara itu, Musk juga mengungkap percakapannya dengan pendiri Google, Larry Page, yang menjadi pemicu utama berdirinya OpenAI.

“Saya bertanya [ke Larry Page], bagaimana jika AI memusnahkan umat manusia? Ia bilang itu tidak masalah selama AI selamat. Saya bilang itu, gila. Ia malah menyebut diri saya sebagai ‘spesies-is’ karena lebih peduli terhadap manusia daripada AI,” katanya.

Karena itu, Musk merasa perlu membangun perusahaan tandingan yang fokus pada keselamatan AI.

  • AI Diprediksi Lebih Pintar dari Manusia

Di sisi lain, Musk juga menyampaikan pandangannya terkait perkembangan AI ke depan.

Ia memperkirakan kecerdasan buatan akan melampaui kemampuan manusia dalam waktu dekat.

“Itu bisa membunuh kita semua. Kita tak mau hasilnya seperti Terminator. Kita ingin ada di dunia Gene Roddenberry, seperti Star Trek, tidak seperti film James Cameron, Terminator,” kata Musk.

Dengan demikian, peringatan Musk menambah daftar panjang kekhawatiran global terkait etika dan keselamatan dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan. (ARIF)