Pelantikan IDI Lampung 2025–2028 Perkuat Sinergi Kesehatan Daerah
Bandar Lampung, M-TJEK NEWS— Pelantikan IDI Lampung periode 2025–2028 kembali menetapkan Josi Harnos sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Lampung.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela pun mengajak kepengurusan baru memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam sektor kesehatan.
Acara pelantikan berlangsung di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Minggu (5/4/2026).
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar IDI, Telogo Wismo Agung Durmanto, secara langsung melantik Josi Harnos untuk memimpin periode 2025–2028.
Josi Harnos Kembali Dipercaya Pimpin IDI
Jihan Nurlela menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan sebelumnya yang berjalan dengan baik.
Selain itu, ia berharap kepengurusan baru mampu melanjutkan capaian serta meningkatkan kinerja organisasi ke arah yang lebih optimal.
“Alhamdulillah, tidak terasa satu periode KakInos memimpin. Hari ini saya ucapkan selamat kembali memimpin IDI Wilayah Lampung. Kita bersyukur atas kepemimpinan sebelumnya yang berjalan sukses, dan kita berdoa agar periode berikutnya dapat lebih sukses lagi,” ujar Jihan.
Baca Juga: Arah Pembangunan Lampung Makin Kuat, Ini Capaian dan Tantangannya
Selanjutnya, ia menegaskan bahwa kepercayaan yang kembali diberikan kepada Josi Harnos harus dijawab dengan kerja nyata.
“Kami semua berharap IDI mampu menjalankan program kerja dengan baik dan mengantarkan visi-misi yang telah dirancang agar berhasil di periode ini,” tambahnya.
Dokter Punya Peran Strategis di Tengah Tantangan Global
Selain itu, Jihan yang juga menjabat sebagai Dewan Pakar IDI Wilayah Lampung menilai para dokter memiliki peran penting dalam mendukung agenda nasional, termasuk Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, kondisi global saat ini menghadirkan tantangan baru yang berdampak pada sektor kesehatan. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Kita berada pada dinamika dan tantangan yang berbeda. Kondisi geopolitik global, termasuk perang yang sedang terjadi, baik langsung maupun tidak langsung akan berdampak pada industri kesehatan. Karena itu, kita perlu bersiap dan memperkuat kolaborasi,” jelasnya.
Pemprov Lampung Buka Ruang Diskusi dan Kolaborasi
Lebih jauh, Jihan menekankan pentingnya kontribusi tenaga medis, khususnya dokter senior, dalam merumuskan kebijakan strategis di bidang kesehatan.
“Pemerintah Provinsi Lampung sangat terbuka untuk berdiskusi dan duduk bersama. Kami membutuhkan insight, arahan, dan masukan dari para dokter untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada,” katanya.
Pihaknya juga memastikan Pemerintah Provinsi Lampung terus membuka ruang kolaborasi yang luas dengan IDI demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk kolaborasi. Mari kita diskusikan bersama apa yang bisa kita kembangkan dan sinergikan demi kemajuan kesehatan di Provinsi Lampung,” pungkasnya. (ARIF)














