Cerita Hebat Tanpa Sekat di NU Media Jati Agung

Bandar Lampung, M-TJEK NewsSahabat Disabilitas Lampung menginspirasi masyarakat melalui tayangan podcast terbaru di kanal NU Media Jati Agung. Mengusung tema “Cerita Hebat Tanpa Sekat”, acara ini menghadirkan dua narasumber hebat, Miranti Wiwit Armaningtyas dan Eli I’anatul Mufidah. Bersama host Rere Abyasa, mereka mengupas tuntas potensi tersembunyi anak-anak berkebutuhan khusus yang sering dipandang sebelah mata oleh publik.

  • Potensi Luar Biasa di Balik Keterbatasan

Dialog hangat ini membuka mata penonton bahwa anak-anak difabel memiliki talenta yang sangat memukau. Miranti dan Eli menceritakan bagaimana anak-anak asuhan mereka mampu menguasai berbagai bidang seni secara mumpuni. Bakat-bakat tersebut meliputi kemampuan melukis dengan detail yang indah, menari dengan ritme yang luwes, hingga mementaskan drama musikal yang menyentuh hati.

  • Pernyataan Miranti Wiwit Armaningtyas

Miranti menekankan bahwa masyarakat harus mulai mengubah sudut pandang terhadap penyandang disabilitas. Ia menyebutkan bahwa dukungan moral merupakan kunci utama perkembangan mereka.

“Anak-anak ini punya dunia yang luar biasa. Jika kita memberi mereka ruang, mereka akan menunjukkan warna yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya,” ungkap Miranti.

  • Pernyataan Eli I’anatul Mufidah

Senada dengan rekannya, Eli I’anatul Mufidah membagikan pengalamannya selama mendampingi anak-anak tersebut dalam berkarya. Ia merasa bangga melihat kepercayaan diri anak-anak yang terus meningkat melalui jalur seni.

“Bakat mereka adalah bukti bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berprestasi. Mereka melukis dan menari dengan hati, itu yang membuat karyanya hidup,” jelas Eli.

  • Harapan untuk Pemerintah Provinsi Lampung

Selain membagikan kisah sukses, kedua narasumber memberikan catatan penting bagi pemangku kebijakan. Mereka berharap Pemerintah Provinsi Lampung memberikan perhatian lebih pada aksesibilitas pendidikan khusus. Miranti dan Eli secara tegas mendorong pemerintah agar menambah jumlah sekolah untuk anak berkebutuhan khusus (SLB) di berbagai wilayah Lampung agar pemerataan pendidikan bagi anak difabel segera terwujud.(Chandra Prasetya)