Andoni Iraola Datang dengan Ekspektasi Tinggi di Liverpool
Liverpool, M-TJEK NEWS — Andoni Iraola menghadapi tantangan besar setelah Liverpool menunjuknya sebagai pelatih baru untuk menggantikan Arne Slot yang meninggalkan kursi kepelatihan usai musim 2025-2026.
Penunjukan pelatih asal Spanyol itu mendapat perhatian dari legenda Liverpool, Jamie Carragher, yang menilai keputusan tersebut mengandung risiko tersendiri meski Iraola memiliki rekam jejak yang menjanjikan.
Liverpool memilih Iraola setelah ia sukses membawa Bournemouth finis di posisi keenam klasemen akhir Liga Inggris musim ini. Selain itu, gaya bermain menyerang dan pressing yang diterapkannya dinilai memiliki kemiripan dengan filosofi permainan yang pernah dibangun Juergen Klopp di Anfield.
Carragher Soroti Besarnya Tuntutan di Liverpool
Jamie Carragher menilai Iraola memang memiliki salah satu kriteria penting untuk menangani klub sebesar Liverpool. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa menyamai pencapaian Klopp bukanlah tugas yang mudah.
“Kriteria utama untuk melatih salah satu tim terbaik Eropa seharusnya didasarkan pada apa yang telah diraih kandidat, di level apa, dan dengan gaya permainan seperti apa,” ujar Carragher.
“Iraola memenuhi salah satu kriteria tersebut. Klaim terkuatnya untuk bergabung dengan Liverpool adalah bahwa tim Bournemouth-nya menyerupai gaya permainan yang disukai Klopp.”
Menurut Carragher, banyak pihak di dalam klub tampak menginginkan sosok yang lebih dekat dengan filosofi sepak bola Klopp dibandingkan pendekatan yang diterapkan Arne Slot.
“Hal ini juga menunjukkan bagaimana semua suara yang keluar dari klub mencerminkan keinginan untuk menemukan seseorang yang dianggap oleh hierarki lebih dekat dengan gaya pelatih asal Jerman itu daripada gaya Slot.”
Gaya Heavy Metal Football Dinilai Berisiko
Meski memahami alasan Liverpool memilih Iraola, Carragher menegaskan bahwa menjadikan konsep permainan agresif ala Klopp sebagai dasar utama pemilihan pelatih bisa menjadi keputusan yang berbahaya.
“Setiap penunjukan manajer adalah sebuah risiko, tetapi menilai calon manajer Liverpool berdasarkan bagaimana mereka sesuai dengan gagasan populer tentang ‘sepak bola heavy metal’ adalah hal yang berbahaya,” imbuh Carragher.
Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran bahwa kesuksesan masa lalu Klopp dapat menciptakan ekspektasi yang terlalu tinggi bagi Iraola.
Iraola Tetap Mendapat Apresiasi
Walaupun mengkritisi risiko penunjukan tersebut, Carragher mengaku terkesan dengan pekerjaan yang dilakukan Iraola selama menangani Bournemouth.
Sebelum menerima tawaran Liverpool, nama Iraola sempat masuk dalam radar beberapa klub besar Eropa, termasuk Chelsea dan AC Milan.
Keberhasilannya mengangkat performa Bournemouth membuat banyak pihak memandangnya sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Eropa saat ini.
Tantangan Liga Champions Menanti
Carragher juga menyoroti tantangan baru yang akan dihadapi Iraola di Liverpool. Berbeda dengan Bournemouth, Liverpool akan bersaing di berbagai kompetisi, termasuk Liga Champions.
“Ketika Iraola dikaitkan kuat dengan Chelsea, kesan saya adalah itu terlalu dini dan dia akan mendapat manfaat dari bergabung dengan klub yang bermain di kompetisi Eropa.”
“Menyesuaikan diri dengan tuntutan tiga pertandingan seminggu sebagai persiapan untuk langkah selanjutnya. Sebaliknya, dia akan menghadapi tantangan di Liverpool yang belum pernah dia hadapi sebelumnya,” imbuh Carragher.
Padatnya jadwal pertandingan dan tekanan untuk meraih trofi menjadi ujian besar bagi Iraola pada musim pertamanya bersama The Reds.(Danang Permana)













