Madrasah Cetak Talenta Digital Dunia

Bandar Lampung, M-TJEK NEWS — Kakanwil Kemenag Lampung Dr. H. Zulkarnain, S.Ag., M.Hum., menyebut prestasi siswa MAN 1 Bandar Lampung, Riski Muhammad Ivan, yang berhasil mendapat undangan menghadiri Black Hat USA 2026 menjadi bukti bahwa madrasah mampu mencetak talenta siber berkelas dunia. 

Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan lulusan madrasah tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu bersaing di bidang teknologi informasi hingga tingkat internasional.

  • Prestasi Bug Bounty Tuai Apresiasi

Zulkarnain mengawali pernyataannya dengan menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Riski melalui program bug bounty. 

Ia menilai capaian tersebut merupakan kebanggaan, tidak hanya bagi madrasah, tetapi juga bagi Provinsi Lampung dan Indonesia.

“Yang pertama, saya mengapresiasi dan mengucapkan selamat. Saya sangat bangga atas prestasi yang diraih Riski Muhammad Ivan. Prestasi di bidang Bug Bounty ini luar biasa,” ujarnya kepada wartawan Rabu (15/7/2026). 

Menurut Zulkarnain, keberhasilan Riski hingga mendapat undangan ke konferensi keamanan siber dunia menunjukkan kemampuan luar biasa yang dimiliki siswa madrasah.

“Ia mampu menembus konferensi internasional dan bahkan menemukan berbagai celah keamanan untuk membantu memproteksi platform digital, termasuk milik Microsoft dan NASA. Ini membuktikan bahwa siswa Madrasah Aliyah tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga ilmu pengetahuan, informasi, dan teknologi,” lanjutnya.

  • Digitalisasi Madrasah Terus Berkembang

Selain mengapresiasi prestasi Riski, Zulkarnain menegaskan bahwa digitalisasi telah menjadi bagian dari pengembangan pendidikan di madrasah. 

Karena itu, setiap potensi peserta didik harus terus dikembangkan sesuai bakat yang dimiliki.

“Digitalisasi memang telah kita terapkan di madrasah. Tinggal bagaimana bakat dan potensi peserta didik terus kita kembangkan,” jelasnya. 

Ia berharap lulusan madrasah mampu memiliki keseimbangan antara kecerdasan spiritual, intelektual, dan emosional.

“Harapannya, lulusan madrasah tidak hanya memiliki kecerdasan spiritual melalui penguasaan ilmu agama, tetapi juga memiliki kecerdasan intelektual dan emosional,” Imbuhnya. 

  • Ivan Disebut Aset Bangsa

Zulkarnain menilai prestasi Riski sudah berada pada level yang layak mendapat perhatian negara.

Menurutnya, kemampuan yang diakui dunia internasional merupakan aset penting bagi Indonesia.

“Bagi kami, Ivan adalah aset besar bangsa dan negara,” tagas Zulkarnain. 

Karena itu, menurutnya, pemerintah harus hadir memberikan dukungan agar potensi tersebut dapat terus berkembang.

“Karena itu, negara harus hadir memberikan fasilitasi. Ke depan, tentu kita akan berkoordinasi dengan lembaga-lembaga terkait, seperti bidang siber negara, badan intelijen, dan instansi lainnya,” Kata dia. 

Ia menambahkan, pengakuan internasional terhadap kemampuan Riski menjadi alasan kuat mengapa prestasi tersebut harus mendapat perhatian serius.

“Prestasi ini patut menjadi perhatian serius karena bahkan negara sebesar Amerika Serikat telah mengakui kemampuannya,” ungkapnya

  • Madrasah Tidak Hanya Unggul dalam Ilmu Agama

Lebih lanjut, Zulkarnain menegaskan bahwa madrasah saat ini mengembangkan seluruh potensi peserta didik, baik dalam bidang keagamaan maupun ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Ke depan, seluruh madrasah di Provinsi Lampung maupun di Indonesia harus terus mengembangkan seluruh potensi peserta didik,” lanjutnya. 

Menurutnya, madrasah memiliki keunggulan karena mampu memadukan pendidikan agama dengan pendidikan umum secara seimbang.

“Madrasah tidak hanya unggul dalam pendidikan agama. Di madrasah, termasuk yang berbasis pondok pesantren, seluruh pelajaran agama diajarkan secara lengkap dan komprehensif. Namun, di sisi lain, pelajaran umum, sains, dan teknologi juga diajarkan secara utuh,” Ujarnya. 

Karena itu, ia mengajak masyarakat agar tidak ragu memilih madrasah sebagai tempat pendidikan anak.

“Karena itu, orang tua tidak perlu ragu menyekolahkan anaknya di madrasah maupun pondok pesantren,” ujarnya. 

Ia menegaskan, keberhasilan Riski menjadi bukti nyata kualitas lulusan madrasah.

“Prestasi Ivan membuktikan kepada kita semua bahwa lulusan madrasah mampu bersaing dan berprestasi hingga tingkat internasional,” tegasnya. 

  • Pesan untuk Seluruh Siswa Madrasah

Pada kesempatan itu, Zulkarnain juga mengajak seluruh siswa madrasah agar terus bermimpi besar dan tidak takut bersaing.

“Kepada seluruh siswa madrasah, saya berpesan agar berani bermimpi dan terus berusaha. Man Jadda wa Jadda, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil,” Tegas Zulkarnain. 

Ia meminta setiap peserta didik terus menggali potensi yang dimiliki dengan dukungan dari madrasah.

“Terus gali potensi yang dimiliki. Terapkan pembelajaran yang mampu melihat keunggulan setiap anak, kemudian kembangkan, dukung, dan fasilitasi sesuai kemampuan madrasah,” pesannya. 

  • Perlu Kolaborasi untuk Mendukung Prestasi

Zulkarnain mengakui bahwa madrasah memiliki keterbatasan anggaran. Meski demikian, ia menilai kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi solusi untuk mendukung lahirnya lebih banyak prestasi.

“Memang anggaran madrasah tidak selalu besar. Namun, kita dapat membangun kolaborasi dengan para pengusaha dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan pendidikan demi mendukung prestasi peserta didik,” ungkapnya. 

  • Jangan Pernah Minder

Di akhir pernyataannya, Zulkarnain mengajak seluruh siswa Madrasah Aliyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Ibtidaiyah agar percaya diri dalam mengembangkan kemampuan, termasuk di bidang digital.

“Saya juga berpesan kepada seluruh siswa Madrasah Aliyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Ibtidaiyah, baik negeri maupun swasta, jangan pernah berputus asa dan jangan pernah merasa minder,”imbuhnya

Ia berharap prestasi Riski menjadi inspirasi bagi seluruh siswa madrasah di Indonesia. (Iyan)