Lampung Selatan, M-TJEK NEWS — Ponpes Darussalamah Resmikan Asrama Putri dalam rangkaian rutinan Dzikir Manaqib yang digelar di Pondok Pesantren Darussalamah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jati Agung, pada Jum’at malam Sabtu (10/7/2026).
Peresmian tersebut menjadi wujud rasa syukur sekaligus memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong jamaah yang mendukung pembangunan pondok pesantren.
Kegiatan ini dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Darussalamah KH. Nurkholis Ahmad dengan menghadirkan KH. Syamsuddin Thohir sebagai penceramah.
Hadir pula Rais Syuriah MWCNU Jati Agung Kyai Masduki, Ketua Tanfidziyah MWCNU Jati Agung Kyai Ahmad Ansori, Ketua MUI Lampung Selatan Kyai Ahmad Habib, Kyai Jumadi, jajaran PAC Muslimat NU, GP Ansor, Kepala Desa Sidoharjo Slamet, para wali santri, serta ratusan jamaah pengajian.
Dzikir Manaqib dan Peresmian Asrama Putri
Suasana khidmat menyelimuti Pondok Pesantren Darussalamah sejak awal kegiatan. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua Pembangunan Pondok Pesantren Darussalamah Ustadz Ali Muntasib, Kepala Desa Sidoharjo Slamet, dan Ketua MUI Lampung Selatan KH. Ahmad Habib.
Selanjutnya, Pengasuh Pondok Pesantren Darussalamah KH. Nurkholis Ahmad memimpin Dzikir Manaqib yang diikuti ratusan jamaah dengan penuh kekhusyukan.

Usai dzikir, panitia meresmikan Asrama Putri melalui prosesi pemotongan pita sebagai simbol dimulainya pemanfaatan bangunan baru bagi para santri putri.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan tausiyah KH. Syamsuddin Thohir yang mengajak jamaah untuk terus memperkuat keistiqamahan, kebersamaan, serta semangat mendukung perkembangan Pondok Pesantren Darussalamah.
Keterbatasan Dana Jadi Tantangan Pembangunan
Ketua Pembangunan Pondok Pesantren Darussalamah, Ustadz Ali Muntasib, mengatakan tantangan terbesar dalam pembangunan asrama bukan terletak pada proses pengerjaan, melainkan pada pendanaan.
“Sebenarnya kalau tantangan itu sudah biasa. Tantangan yang paling berat dalam pengerjaan ini terkendala di biaya. Karena memang dari dulu Pondok Pesantren Darussalamah tidak pernah menerima bantuan dari instansi pemerintah, hanya mengandalkan infak dan sedekah jamaah serta wali santri saja,” ujarnya.
Selanjutnya, ia menjelaskan dukungan jamaah menjadi kekuatan utama sehingga pembangunan dapat terus berjalan.
“Dukungan jamaah sangat besar sekali. Dari awal pembangunan pondok pesantren ini, dana yang datang berasal dari para donatur di sekitar lingkungan pondok. Kemudian terus merambah ke jamaah dan wali santri yang tempat tinggalnya jauh. Alhamdulillah, respons jamaah itu sangat besar sekali,” ungkapnya.
Asrama Putri Menjadi Prioritas Pondok
Menurut Ali Muntasib, pembangunan Asrama Putri menjadi prioritas karena jumlah santri putri terus bertambah dari tahun ke tahun sehingga membutuhkan fasilitas yang lebih memadai.
“Karena santri putri jumlahnya sangat banyak. Kalau tidak diprioritaskan, sangat kasihan. Kalau santri putra memang juga banyak, tetapi mereka masih bisa diajak prihatin,” kata dia.

Ia menambahkan, pembangunan dua lokal asrama baru telah membantu meningkatkan kenyamanan para santri putri.
“Alhamdulillah sampai saat ini, walaupun belum sempurna, kondisinya sudah mendekati layak. Dengan bertambahnya dua lokal asrama putri ini sudah sangat membantu sekali,” jelas Ali yang juga wakil bendahara MWCNU Jati Agung itu.
Selain itu, ia menjelaskan bangunan asrama sebelumnya masih memiliki keterbatasan.
“Lokal yang pertama memang hanya satu bangunan, tetapi kamarnya banyak. Namun belum maksimal karena dindingnya masih menggunakan triplek dan belum permanen,” jelasnya.
Pembangunan Berlanjut ke Mushala dan Asrama Putra
Ali Muntasib menyampaikan pembangunan pondok akan terus berlanjut setelah penyelesaian Asrama Putri kedua.
“Betul sekali. Setelah finishing Asrama Putri 2 ini, mushala dan kantor putri juga sudah mendekati selesai. Setelah itu kami akan turun ke bawah untuk membangun asrama putra,” lanjutnya.
Semangat Jamaah Jadi Kekuatan Ponpes Darussalamah
Di balik proses pembangunan tersebut, Ali Muntasib mengaku paling terkesan dengan antusiasme jamaah yang bergotong royong tanpa mengenal waktu.
“Jamaah sangat antusias. Sejak awal pembangunan di sini dikerjakan siang dan malam. Antusias mereka sangat besar sekali. Bagi saya pribadi, itulah momen yang paling berkesan. Jamaah tidak kenal lelah, bahkan malam hari pun mereka tetap berangkat ke pondok untuk membantu,” ungkapnya.
Menutup keterangannya, ia mengajak seluruh jamaah untuk terus menjaga keistiqamahan dalam mendukung pembangunan Pondok Pesantren Darussalamah.
“Kalau pesan dari saya selaku pengurus pembangunan Pondok Pesantren Darussalamah, kepada seluruh jamaah thariqah, wali santri, dan jamaah umum, kami hanya ingin semuanya tetap istiqamah membantu Pondok Pesantren Darussalamah,” tutup Ali Muntasib.
Peresmian Asrama Putri menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung peningkatan fasilitas pendidikan di Pondok Pesantren Darussalamah.

Melalui semangat kebersamaan, infak, dan sedekah jamaah, pembangunan pondok terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan para santri, sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan dan dakwah di Kecamatan Jati Agung. (ARIF)













