Bandar Lampung, M-TJEK NEWS — Di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi bangsa, peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi dan memperbaiki arah kehidupan.
Momentum ini tidak hanya berkaitan dengan peningkatan ibadah secara pribadi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat moralitas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Semangat Hijrah Harus Menjadi Gerakan Perubahan
Ketua DPW Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Provinsi Lampung, Juliansyah Lubis, mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat hijrah sebagai gerakan perubahan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, hijrah yang diajarkan Rasulullah SAW merupakan perjalanan menuju perbaikan diri dengan meninggalkan kebiasaan buruk menuju kebaikan, meninggalkan kezaliman menuju keadilan, serta meninggalkan sifat tamak menuju sikap amanah.
“Hijrah bukan sekadar perpindahan tempat. Hijrah adalah perubahan cara berpikir, perubahan hati, dan perubahan perilaku. Dari yang sebelumnya hanya memikirkan kepentingan pribadi menjadi pribadi yang bermanfaat bagi banyak orang,” ujar Juliansyah di Rumah Singgah, Selasa (16/6/2026).
Hijrah Moral Relevan di Tengah Persoalan Bangsa
Relawan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo itu menilai makna hijrah semakin relevan di tengah berbagai persoalan moral yang masih muncul dalam kehidupan berbangsa.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah praktik korupsi yang terus terjadi di berbagai sektor.
Baca Juga: Kasus Ijazah Palsu, JPKP Soroti Integritas DPRD Tubaba
Menurut Juliansyah Lubis, korupsi tidak hanya menjadi persoalan hukum dan administrasi, melainkan juga persoalan moral dan integritas.
“Negeri ini sesungguhnya tidak sedang sakit karena kekurangan sumber daya. Negeri ini sedang sakit karena terlalu banyak orang yang gagal menjaga amanah. Banyak persoalan bangsa berawal dari jiwa yang sakit, hati yang dipenuhi keserakahan, dan hilangnya nilai kejujuran,” katanya.
Korupsi Berawal dari Krisis Integritas
Ia menyoroti berbagai kasus korupsi yang dalam beberapa tahun terakhir menimbulkan keprihatinan publik, mulai dari sektor pertambangan, tata kelola energi, pengadaan barang dan jasa, hingga dugaan penyimpangan dalam berbagai program yang seharusnya ditujukan untuk kepentingan masyarakat.
Pihaknya menyebut, kondisi tersebut menjadi ironi ketika masyarakat berharap kesejahteraan dan pelayanan yang optimal, namun masih terdapat oknum yang menyalahgunakan kewenangan demi kepentingan pribadi.
“Yang harus dibangun pertama kali bukan gedungnya, bukan jalannya, bukan kantornya. Yang harus dibangun adalah manusianya. Kalau jiwanya baik, maka kebijakan yang lahir akan baik. Kalau jiwanya rusak, maka sebesar apa pun anggaran yang disiapkan, rakyat tetap tidak akan merasakan manfaatnya secara maksimal,” tegas Juliansyah.
JPKP Lampung Dukung Pembangunan Berintegritas
Sebagai organisasi yang aktif mengawal kebijakan pemerintah dan menjembatani aspirasi masyarakat, JPKP Lampung berkomitmen mendukung pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Namun, menurutnya, pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan pembangunan karakter dan integritas.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum hijrah moral.
“Kalau pemimpinnya berhijrah menjadi lebih jujur, pejabatnya berhijrah menjadi lebih amanah, dan masyarakatnya berhijrah menjadi lebih peduli, maka Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat dan bermartabat,” Jelas Juliansyah Lubis.
Pentingnya Memperkuat Spiritualitas
Dalam kesempatan tersebut, Juliansyah juga mengingatkan pentingnya memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT sebagai fondasi utama perubahan.
Menurutnya, krisis moral tidak dapat diselesaikan hanya melalui aturan dan penegakan hukum.
Upaya tersebut perlu disertai pembinaan hati, karakter, dan nilai-nilai keagamaan yang kuat.
Ia juga mengajak masyarakat memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu amalan yang dapat menumbuhkan ketenangan batin dan memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.
“Perbanyaklah sholawat. Sholawat adalah doa yang memiliki kedudukan sangat mulia. InsyaAllah, ketika kita memperbanyak sholawat, hati menjadi tenang, pikiran menjadi jernih, dan berbagai urusan kehidupan akan dimudahkan oleh Allah SWT,” ujarnya.
Membangun Bangsa Dimulai dari Membangun Jiwa
Menurut Juliansyah, membangun bangsa harus dimulai dari membangun jiwa. Ketika jiwa sehat, hati bersih, dan iman kuat, maka perilaku yang baik akan tumbuh dan melahirkan pemimpin yang amanah, aparatur yang jujur, serta masyarakat yang saling peduli.
“Bangun jiwa kita terlebih dahulu. Setelah itu badan akan sehat, pikiran akan sehat, dan kita akan menjadi manusia yang bermanfaat. Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain,” ungkapnya.
Menutup pesannya, Juliansyah Lubis mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim, khususnya masyarakat Lampung.
“Mari jadikan Tahun Baru Islam ini sebagai momentum hijrah bersama. Hijrah dari kebohongan menuju kejujuran, dari keserakahan menuju amanah, dari perpecahan menuju persatuan, dan dari kepentingan pribadi menuju pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” Jelas Juliansyah Lubis. (Iyan)













