Amelia Nanda Sari Serap Aspirasi Publik untuk Perkuat Kebijakan Daerah
Lampung Selatan, M-TJEK NEWS — Amelia Nanda Sari, S.H.,M.H., serap aspirasi publik di Forum JUNIKTIF (Juni Kolektif): Masyarakat dan Kebijakan Daerah yang digelar mahasiswa Universitas Indraprasta di Sky Coffee Garden, Kalianda, Minggu (7/6/2026).
Forum tersebut mempertemukan masyarakat, akademisi, dan pemangku kebijakan dalam satu ruang dialog guna membahas berbagai isu pembangunan serta arah kebijakan daerah di Kabupaten Lampung Selatan.
Kegiatan ini menjadi wadah partisipasi publik yang mendorong masyarakat menyampaikan pandangan, masukan, dan harapan secara langsung kepada para pengambil kebijakan.
Selain itu, forum tersebut juga membuka ruang diskusi yang konstruktif terkait berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Forum JUNIKTIF Hadirkan Legislatif, Pemerintah, dan Akademisi
Forum JUNIKTIF menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang.
Mereka terdiri dari Ketua Panitia Khusus DPRD Lampung Selatan Amelia Nanda Sari, Kepala Bappeda Lampung Selatan Ir. Aryan Saruhian, S.P., M.E., IPU., serta akademisi Tiyas Apriza.

Kehadiran ketiga unsur tersebut membuat diskusi berjalan lebih komprehensif.
Masyarakat tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga memperoleh penjelasan mengenai proses penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah.
Selain itu, para peserta dapat memahami bagaimana pemerintah daerah dan DPRD menindaklanjuti berbagai kebutuhan masyarakat melalui program pembangunan dan kebijakan publik.
Amelia Nanda Sari Tegaskan Pentingnya Aspirasi Publik
Dalam pemaparannya, Amelia Nanda Sari menegaskan bahwa forum dialog terbuka memiliki peran penting dalam memperkuat demokrasi serta meningkatkan kualitas kebijakan daerah.
“Aspirasi publik bukan sekadar masukan, tetapi fondasi dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pembentukan kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Anggota DPRD Dapil V Jati Agung ini, aspirasi yang disampaikan masyarakat secara langsung memberikan gambaran nyata mengenai kondisi yang terjadi di lapangan.
Baca Juga: Peletakan Batu Pertama Asrama Ponpes Arroudhotul Wahida : Amelia Nanda Sari Serukan Pendidikan
Oleh karena itu, DPRD membutuhkan ruang komunikasi yang mampu menjembatani kepentingan masyarakat dengan proses pengambilan kebijakan.
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa setiap gagasan, saran, dan kritik konstruktif yang muncul dalam diskusi akan menjadi bahan pertimbangan DPRD Lampung Selatan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.
Bappeda Dorong Keterlibatan Masyarakat dalam Pembangunan
Sementara itu, Kepala Bappeda Lampung Selatan Ir. Aryan Saruhian, S.P., M.E., IPU., menjelaskan bahwa partisipasi masyarakat memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan daerah.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat membantu pemerintah menyusun program pembangunan yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
Karena itu, pemerintah daerah membutuhkan masukan yang objektif dari masyarakat dalam setiap tahapan perencanaan pembangunan.
Selain memberikan masukan, masyarakat juga dapat berperan sebagai mitra strategis dalam mengawal pelaksanaan program pembangunan agar berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan.
Akademisi Perkuat Perspektif Ilmiah dalam Diskusi
Akademisi Tiyas Apriza turut memberikan pandangan ilmiah terkait pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan perguruan tinggi dalam proses pembangunan daerah.
Menurutnya, sinergi antarunsur tersebut perlu terus diperkuat agar setiap kebijakan yang lahir memiliki dasar yang objektif, terukur, dan berkelanjutan.
Dengan demikian, pembangunan tidak hanya berorientasi pada kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mampu menjawab tantangan di masa depan.
Selain itu, pendekatan akademik dapat membantu para pemangku kebijakan dalam merumuskan program yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Infrastruktur dan Pelayanan Publik Jadi Topik Pembahasan
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai topik yang menjadi perhatian masyarakat Lampung Selatan.
Para peserta membahas sejumlah isu penting, mulai dari pembangunan infrastruktur, perbaikan fasilitas umum, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Karena forum berlangsung secara terbuka, masyarakat dapat menyampaikan pandangan dan masukan secara langsung kepada para narasumber.
Lebih lanjut, para pemangku kebijakan memberikan tanggapan sesuai bidang dan kewenangan masing-masing.
Situasi tersebut menciptakan dialog yang produktif sekaligus memperkuat hubungan antara masyarakat, pemerintah daerah, dan DPRD dalam upaya membangun Lampung Selatan yang lebih maju.
Komitmen Bersama untuk Kemajuan Lampung Selatan
Forum JUNIKTIF menunjukkan pentingnya ruang dialog yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam proses pembangunan daerah.
Melalui komunikasi yang terbuka, berbagai persoalan dapat dibahas secara lebih komprehensif dan menghasilkan solusi yang lebih tepat.
Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Seluruh peserta kemudian menutup acara dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen untuk menjaga ruang dialog, memperkuat sinergi, serta mendukung kemajuan Lampung Selatan secara berkelanjutan. (ARIF)













