Batas Waktu Konsumsi MBG Ditetapkan Empat Jam
Jakarta, M-TJEK NEWS— Batas waktu konsumsi MBG maksimal empat jam setelah makanan matang. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan aturan tersebut berlaku sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG).
BGN mulai memberlakukan label batas waktu konsumsi pada makanan MBG sejak Senin (10/8/2026). Label tersebut membantu guru dan peserta didik mengetahui waktu yang aman untuk mengonsumsi makanan.
“BGN telah memberlakukan label makanan yang wajib dikonsumsi empat jam setelah makanan itu matang,” kata Sudaryono di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Guru Diminta Mengecek Label Makanan
Selanjutnya, Sudaryono meminta para guru dan peserta didik mengecek label pada makanan MBG sebelum mengonsumsinya.
“Kami mengimbau para siswa, peserta didik, dan juga memohon kepada bapak/ibu guru untuk sama-sama mengecek sebelum makanan MBG dikonsumsi.”
Menurut Sudaryono, penerima manfaat harus memperhatikan batas waktu yang tercantum pada label makanan. Karena itu, ia meminta makanan yang sudah melewati batas waktu tidak dikonsumsi.
Makanan MBG yang Lewat Batas Waktu Jangan Dikonsumsi
Sudaryono menegaskan kembali bahwa penerima manfaat harus menghindari makanan MBG yang sudah melewati waktu konsumsi yang tercantum pada label.
“Apabila lebih dari jam yang ditentukan, kami mohon dengan sangat hormat untuk tidak dikonsumsi. Saya ulangi, untuk tidak dikonsumsi jika melewati jam batas yang ditentukan,” kata Sudaryono dikutip Antara.
Dengan demikian, label waktu konsumsi menjadi salah satu bagian dari pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.
BGN Perkuat Pengawasan Program MBG
Sudaryono mengatakan BGN menempatkan keamanan pangan sebagai salah satu bagian penting dalam penyelenggaraan program MBG.
Ia menjelaskan bahwa label batas konsumsi membantu memastikan keamanan makanan bagi para penerima manfaat.
“MBG ini harus aman dan bergizi. Insyaallah kami, BGN, terus meningkatkan pelayanan, pengawasan, monitoring, dan kolaborasi dari semua pihak agar program ini berjalan baik,” kata Sudaryono.
(Danang Permana)













