Lampung Selatan,M-TJEK NEWS—HELAU menjadi gerakan yang mendorong keterlibatan warga di tingkat desa dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat budaya gotong royong.
Di Kabupaten Lampung Selatan, sebanyak 40 desa masuk nominasi lomba Desa HELAUsetelah melalui penilaian terhadap 260 desa dan 4 kelurahan.
Dari 40 desa tersebut, 10 desa dengan peringkat teratas melaju ke tahap penilaian berikutnya. Tim penilai akan turun langsung ke lapangan untuk menentukan lima desa terbaik.
Penilaian HELAU Gunakan 55 Indikator
Proses penilaian mencakup berbagai indikator yang mengacu pada Peraturan Bupati tentang Desa HELAU.
Tim melakukan verifikasi melalui sistem aplikasi dan pengecekan langsung di lapangan.
Dorong Perubahan Lingkungan Desa
Selain aspek lingkungan, sejumlah desa menunjukkan inovasi yang sejalan dengan semangat HELAU.
Warga ikut menjalankan berbagai kegiatan yang mendukung lingkungan agar lebih bersih, hijau, dan tertata.
Selanjutnya, keterlibatan masyarakat juga terlihat dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Partisipasi tersebut tidak hanya datang dari aparatur desa, tetapi juga tumbuh dari warga yang ikut bergerak sejak awal proses.
Perkuat Budaya Gotong Royong
Program HELAU tidak hanya berfokus pada kompetisi antardesa. Gerakan tersebut juga mendorong masyarakat membangun kebiasaan positif yang dapat terus berjalan setelah perlombaan selesai.
Karena itu, semangat gotong royong mulai kembali terlihat di sejumlah desa.
Warga juga semakin aktif menjaga kebersihan lingkungan dan menjalankan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Selain itu, beberapa wilayah kembali mengaktifkan pos kamling sebagai bagian dari kegiatan bersama masyarakat.
10 Desa Teratas Lanjut Tahap Penilaian
Setelah proses penilaian 40 besar, Lampung Selatan menetapkan 10 desa dengan peringkat teratas untuk mengikuti tahap berikutnya.
Sumber Sari, Kecamatan Sragi, menempati peringkat pertama. Selanjutnya, Baru Ranji, Kecamatan Merbau Mataram, berada di peringkat kedua, sedangkan Hargo Pancoran, Kecamatan Rajabasa, menempati peringkat ketiga.
Bumi Asih, Kecamatan Palas, berada di peringkat keempat. Sementara itu, Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung, menempati peringkat kelima.
Lima Desa Lainnya Masuk 10 Besar
Pada posisi berikutnya, Suak, Kecamatan Sidomulyo, menempati peringkat keenam. Kemudian Way Kalam, Kecamatan Penengahan, berada di peringkat ketujuh.
Selanjutnya, Karang Pucung, Kecamatan Way Sulan, menempati peringkat kedelapan. Kerinjing, Kecamatan Rajabasa, berada di peringkat kesembilan, sedangkan Kuripan, Kecamatan Penengahan, menempati peringkat kesepuluh.
Tim Penilai Tentukan Lima Desa Terbaik
Setelah menetapkan 10 besar, tim penilai yang melibatkan unsur akademisi dan para ahli akan melakukan penilaian langsung ke lapangan.
Tim tersebut selanjutnya menentukan lima desa terbaik. Kelima desa itu kemudian berhak mempresentasikan capaian dan inovasinya pada tingkat Kabupaten Lampung Selatan.













