Program Jati Agung Peduli Dorong Solidaritas Sosial dan Kebersihan Lingkungan

Lampung Selatan, M-TJEK NEWS — Program Jati Agung Peduli terus bergerak di seluruh wilayah Kecamatan Jati Agung sebagai upaya memperkuat kepedulian sosial, meningkatkan kesehatan masyarakat, dan menjaga kebersihan lingkungan. 

Program yang mulai berjalan sejak tahun 2025 tersebut menjangkau 21 desa yang berada di Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kecamatan Jati Agung berupaya membangun budaya gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat. 

Selain itu, program ini juga menjadi wadah untuk membantu warga yang sedang mengalami sakit maupun terkena musibah.

  • Program Berjalan Sejak Tahun 2025

Camat Jati Agung, Rizwan Effendi, S.K.M., M.M., menjelaskan bahwa Program Jati Agung Peduli telah berjalan sejak awal dirinya menjabat sebagai camat pada tahun 2025.

“Program Jati Agung Peduli meliputi kepedulian terhadap sosial, kesehatan maupun kebersihan melalui kegiatan gotong royong, khususnya di wilayah Kecamatan Jati Agung. Program ini sudah dimulai sejak tahun 2025 semenjak saya menjabat sebagai camat,” kata Rizwan kepada M-TJEK NEWS, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfokus pada bantuan sosial, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama. Karena itu, berbagai kegiatan gotong royong terus digalakkan di sejumlah desa.

  • Cakupan 21 Desa Perkuat Nilai Kebersamaan

Kecamatan Jati Agung merupakan salah satu kecamatan dengan wilayah yang cukup luas di Kabupaten Lampung Selatan. 

Wilayah ini terdiri dari 21 desa dengan aktivitas masyarakat yang beragam serta jumlah penduduk yang terus berkembang.

Oleh sebab itu, Pemerintah Kecamatan Jati Agung memandang kolaborasi dan kepedulian sosial sebagai kebutuhan penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat. 

Selain membantu warga yang membutuhkan, program ini juga mendorong terciptanya lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman.

Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh penerima bantuan, tetapi juga oleh masyarakat secara luas melalui lingkungan yang lebih tertata dan terjaga.

  • Camat Ajak Desa, Pengusaha, dan Masyarakat Terlibat

Rizwan menjelaskan bahwa selama ini Program Jati Agung Peduli melibatkan unsur pemerintah kecamatan dan berbagai instansi terkait.

Namun, ia berharap keterlibatan berbagai pihak dapat semakin diperluas.

“Harapan ke depan bukan hanya unsur pemerintahan kecamatan dan UPT yang terlibat, akan tetapi dapat juga disertai kepedulian bersama dari pemerintah desa, para pengusaha maupun masyarakat untuk membantu meringankan beban saudara kita yang sedang sakit ataupun terkena musibah. Selain itu, bersama-sama menjaga kebersihan dan keindahan di desa masing-masing,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak pemerintah desa untuk aktif mengidentifikasi warga yang membutuhkan bantuan. 

Sementara itu, para pelaku usaha dan masyarakat yang memiliki kemampuan lebih juga diharapkan dapat berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

  • Diharapkan Menjadi Gerakan Sosial Berkelanjutan

Lebih lanjut, Rizwan menilai semangat gotong royong yang selama ini menjadi budaya masyarakat Indonesia harus terus dijaga dan diperkuat. 

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan sosial yang muncul di lingkungan sekitar.

Di sisi lain, Program Jati Agung Peduli juga sejalan dengan upaya Pemerintah Kecamatan Jati Agung dalam menciptakan lingkungan yang tertib, sehat, bersih, dan harmonis.

Dengan cakupan wilayah yang mencapai 21 desa, Program Jati Agung Peduli diharapkan terus berkembang sebagai gerakan sosial berkelanjutan yang mampu memperkuat solidaritas masyarakat serta menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh warga Kecamatan Jati Agung. (ARIF)