Saham Top Gainer 10 Juli 2026 Didominasi Emiten Baru

JAKARTA, M-TJEK NEWS— Saham top gainer pada perdagangan Jumat, 10 Juli 2026, dipimpin oleh PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) dan PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS).

Kedua saham yang baru melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut mencatat kenaikan lebih dari 34 persen hingga penutupan perdagangan.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di level 5.924 setelah naik sekitar 0,20 persen.

Nilai transaksi di pasar reguler tercatat mencapai sekitar Rp7,55 triliun.

  • PRDL dan RANS Pimpin Kenaikan Harga Saham

PRDL menjadi saham dengan kenaikan tertinggi setelah menguat sekitar 34,57 persen hingga berada di level Rp218 per saham.

Selanjutnya, RANS menempati posisi kedua dengan kenaikan sekitar 34,12 persen ke level Rp228 per saham.

Saham tersebut juga menutup perdagangan pada batas atas kenaikan harian atau auto reject atas (ARA).

  • Daftar 10 Saham Top Gainer

Selain PRDL dan RANS, beberapa emiten lain juga mencatat kenaikan signifikan selama perdagangan.

Berikut daftar saham dengan kenaikan tertinggi:

PRDL (+34,57%)

RANS (+34,12%)

BKDP (+33,77%)

KONI (+25,00%)

KOKA (+21,43%)

NTBK (+17,78%)

RBMS (+15,79%)

DATA (+11,06%)

DGIK (+10,40%)

NANO (+10,00%)

  • Saham Top Loser Bergerak Berlawanan

Di sisi lain, sejumlah saham masuk dalam daftar top loser pada perdagangan hari itu.

Beberapa saham yang mencatat pelemahan antara lain JELI, BAPA, JECX, SKBM, HATM, LUCY, RANC, BACH, JAST, dan AHAP. Penurunannya berada dalam kisaran sekitar 7 persen hingga hampir 15 persen.

  • BBCA Catat Nilai Transaksi Terbesar

Dari sisi nilai transaksi, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin aktivitas perdagangan dengan nilai sekitar Rp852 miliar.

Selanjutnya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga masuk dalam daftar saham dengan nilai transaksi terbesar pada penutupan perdagangan.

Pergerakan tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan tetap tinggi meski IHSG hanya menguat tipis pada akhir sesi. (Erwin Indra Saputra)