Program Kelas Cangkok 2026 Sasar Siswa Daerah 3T di Lampung

Tulang Bawang Barat, M-TJEK NEWS Program Kelas Cangkok 2026 mulai dijalankan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung untuk membantu siswa dari daerah 3T atau tertinggal, terdepan, dan terluar memperoleh akses pendidikan yang lebih berkualitas dan kompetitif.

Program tersebut tertuang dalam surat resmi Nomor 400.3.1/1034/V.01/DP.2/2026 tertanggal 13 Mei 2026 tentang Sosialisasi Program Kelas Cangkok Tahun 2026. 

Selain itu, Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico, mengundang kepala cabang dinas pendidikan wilayah, tim perumus, dan kepala SMA peserta program untuk mengikuti sosialisasi pada Senin, 18 Mei 2026 di Ruang Sidang Disdikbud Provinsi Lampung, Bandar Lampung.

Salah satu sekolah yang terpilih sebagai peserta program unggulan tersebut ialah SMA Negeri 1 Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat.

  • SMA Negeri 1 Gunung Agung Lolos Tahapan Seleksi

Kepala SMA Negeri 1 Gunung Agung, Sodik Adi Suryanto, S.Or., MM., menjelaskan bahwa Disdik Provinsi Lampung menentukan sekolah pelaksana program melalui proses seleksi dan penilaian.

“Program ini diperuntukkan bagi siswa yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik, khususnya siswa kurang mampu dan sekolah yang berada di daerah terpencil,” ujarnya Sabtu (23/5/2026). 

Selain itu, ia menilai program kelas cangkok menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperluas kesempatan belajar bagi siswa di daerah.

  • Program Dorong Siswa Lebih Kompetitif

Sodik mengatakan program kelas cangkok bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang inovatif, adaptif, dan kompetitif. 

Karena itu, siswa peserta program diharapkan mampu meningkatkan kemampuan akademik maupun nonakademik secara maksimal.

“Bagi siswa, program ini menjadi kesempatan memperoleh pembelajaran dengan standar yang lebih baik, memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan akademik maupun nonakademik, serta mempersiapkan diri masuk perguruan tinggi,” jelasnya.

Foto NU Media Jati Agung: Sodik Adi Suryanto, saat Podcast di NU Media Studio, dipandu Host Rere Abyasa dan Wawan Hidayat. 

Selain berdampak bagi siswa, program tersebut juga mendorong peningkatan mutu layanan pendidikan di sekolah. 

Oleh sebab itu, pihak sekolah terus mengembangkan kompetensi guru dan memperkuat metode pembelajaran agar pelaksanaan program berjalan optimal.

  • Sekolah Mulai Lakukan Seleksi Awal Peserta

Untuk mendukung pelaksanaan program, SMA Negeri 1 Gunung Agung mulai melakukan persiapan seleksi awal peserta kelas cangkok. 

Seleksi tersebut meliputi penilaian akademik, prestasi nonakademik, dan persetujuan orang tua siswa.

Setelah lolos tahap administrasi sekolah, peserta akan mengikuti seleksi lanjutan yang dilaksanakan Disdik Provinsi Lampung.

“Persiapan dilakukan sejak awal agar siswa yang mengikuti program benar-benar siap dan memenuhi kriteria,” katanya.

  • Program Dapat Sambutan Positif dari Warga Sekolah

Program kelas cangkok mendapat respons positif dari siswa, guru, dan wali murid di SMA Negeri 1 Gunung Agung

Bahkan, para siswa dinilai lebih termotivasi untuk belajar dan berprestasi karena memperoleh kesempatan mengikuti sistem pendidikan yang lebih berkembang.

“Kehadiran program kelas cangkok menjadi semangat baru bagi seluruh warga sekolah untuk terus berprestasi dan berkembang,” ungkapnya.

  • Sekolah Harapkan Program Berjalan Berkelanjutan

Ke depan, pihak sekolah berharap Program Kelas Cangkok 2026 terus berjalan secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

Selain meningkatkan prestasi akademik dan nonakademik siswa, program tersebut juga diharapkan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.

“Sekolah berharap siswa mampu berkembang menjadi generasi yang unggul, berkarakter, memiliki daya saing tinggi, serta siap menghadapi dunia pendidikan lanjutan maupun dunia kerja di era modern,” tutupnya. (ARIF)