Cianjur, M-TJEK NEWS – TKW asal Cianjur dipulangkan dari Libya setelah pemerintah menyelesaikan berbagai kendala administrasi dan memperkuat koordinasi dengan sejumlah pihak.
Ai Juariah, pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, akhirnya kembali ke Tanah Air setelah videonya viral di media sosial dalam kondisi bersimbah darah saat meminta pertolongan di Libya.
Pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Cianjur, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Libya terus berkoordinasi untuk memastikan proses kepulangan Ai berjalan hingga tuntas.
Sebelumnya, persoalan administrasi serta situasi politik Libya yang masih mengalami dualisme pemerintahan sempat menghambat proses tersebut.
Namun, seluruh pihak berhasil menyelesaikan seluruh persyaratan sehingga Ai dapat kembali ke Indonesia.
Kepulangan TKW Asal Cianjur Berjalan Lancar
Ai Juariah (43), warga Babakan Turuy, Desa Sukawangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, akhirnya kembali ke Indonesia setelah melewati proses yang cukup panjang.
Selain pemerintah daerah, KBRI di Libya juga aktif mendampingi Ai selama penyelesaian administrasi.
Karena koordinasi berlangsung secara intensif, seluruh tahapan dapat diselesaikan hingga proses kepulangan terlaksana.
Hero Jelaskan Proses Kepulangan
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur, Hero Laksono, menjelaskan jadwal kepulangan Ai setelah seluruh dokumen selesai diproses.
“Betul, Ai Juariah (43), TKW asal Babakan Turuy, Desa Sukawangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur akan dipulangkan besok (Minggu) dan diperkirakan tiba di Cianjur pada Senin (13/7),” kata Hero kepada kumparan, Sabtu (11/7).
Kendala Administrasi Berhasil Diselesaikan
Hero menjelaskan pemerintah berhasil menyelesaikan seluruh kendala administrasi, termasuk persoalan denda yang sebelumnya menghambat kepulangan Ai.
Selain itu, proses negosiasi dengan pihak agensi membuahkan hasil. Karena itu, Ai dapat kembali ke Indonesia tanpa menanggung biaya tambahan.
Bahkan, pihak agensi juga menyediakan tiket pesawat untuk kepulangannya.
Hero menegaskan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai instansi.
Terutama, KBRI di Libya terus mengawal proses kepulangan hingga seluruh tahapan selesai.
“Denda dan proses administrasi yang terkendala konflik dualisme pemerintahan bisa diselesaikan. Setelah negosiasi panjang, akhirnya dari agensi membiarkan Ai untuk pulang. Jadi tidak perlu bayar denda. Tiket pesawat pun dibelikan. Ini tidak lepas dari peran berbagai instansi, terlebih KBRI kita di Libya,” ujarnya.
Polisi Akan Meminta Keterangan Ai
Setelah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu petang atau malam, Ai terlebih dahulu beristirahat di Jakarta.
Selanjutnya, Ai melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Cianjur pada Senin (13/7).
Setelah itu, penyidik Polres Cianjur akan meminta keterangan terkait dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Penyidik mendalami dugaan yang menyebabkan Ai berangkat dan bekerja secara ilegal di Libya sebagai pekerja migran Indonesia.
Hero kemudian menjelaskan rencana pemeriksaan tersebut.
“Rencananya sebelum ke rumah, dibawa dulu ke Mapolres Cianjur untuk memberikan keterangan terkait dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang dialaminya hingga membuatnya bekerja di Libya sebagai PMI ilegal,” kata Hero.
KBRI Dampingi Ai Selama di Libya
Sebelumnya, KBRI di Tripoli memberikan perlindungan dan pendampingan kepada Ai selama menunggu penyelesaian administrasi.
Meski situasi politik Libya sempat menghambat proses tersebut, pemerintah akhirnya merampungkan seluruh persyaratan.
Dengan demikian, Ai dapat kembali ke Indonesia dan berkumpul bersama keluarganya di Kabupaten Cianjur. (Iyan)













