Fasilitasi Koperasi Lampung Dorong Akses Pasar Komoditas Lokal

Bandar Lampung, M-TJEK NEWS — Fasilitasi koperasi Lampung menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperluas akses pasar komoditas lokal hingga ke tingkat internasional. 

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela memastikan pemda siap mendukung koperasi melalui berbagai langkah strategis, termasuk kolaborasi lintas sektor.

  • Wagub Apresiasi Dukungan Kementerian Koperasi

Selain itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan apresiasi terhadap dukungan dari Kementerian Koperasi dalam memperkuat sektor koperasi di daerah.

“Kami mengapresiasi dukungan Kementerian Koperasi dalam penguatan akses permodalan, pemasaran, dan peningkatan kualitas SDM bagi Koperasi Agro Mulyo Lestari, yang mendorong pengembangan Alpukat Siger menjadi lebih profesional, memperluas pasar regional, hingga menembus pasar internasional,” ujar Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela.

  • Pemda Perkuat Kolaborasi Untuk Ekspor Komoditas

Selanjutnya, Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperluas akses pasar hingga ekspor komoditas unggulan daerah.

“Kami siap merangkul berbagai mitra, seperti Badan Standardisasi Nasional, Ditjen Bea Cukai, dan Ditjen Perdagangan Luar Negeri, untuk memberikan sosialisasi tidak hanya bagi koperasi alpukat, tetapi juga komoditas lain seperti kakao dan nanas yang menjadi primadona di Lampung, khususnya Kabupaten Lampung Timur,” katanya.

  • Libatkan Akademisi Untuk Riset Pertanian

Di sisi lain, pemerintah daerah juga melibatkan kalangan akademisi dalam pengembangan sektor pertanian berbasis riset.

“Kami pemerintah daerah akan melibatkan perguruan tinggi seperti ITERA dan Universitas Lampung untuk melakukan riset, khususnya terkait proteksi hama pertanian. Sehingga dapat memberikan solusi konkret bagi permasalahan petani, termasuk petani alpukat di Lampung,” tambahnya.

  • Upaya Terpadu Tingkatkan Daya Saing Koperasi

Dengan demikian, langkah fasilitasi koperasi Lampung tidak hanya berfokus pada pemasaran, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, akses permodalan, hingga inovasi berbasis riset. 

Pemerintah daerah optimistis strategi ini mampu meningkatkan daya saing koperasi serta memperluas jangkauan pasar komoditas unggulan Lampung. (ARIF)