Status Aktivitas Gunung Anak Krakatau Naik ke Level III
Lampung Selatan,M-TJEK NEWS–Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada Jumat (9/10) pukul 21.00 WIB akibat aktivitas erupsi yang meningkat sejak awal Oktober 2026.
Rangkaian Erupsi Gunung Anak Krakatau
Berdasarkan laporan Badan Geologi ESDM tertanggal 9 Oktober 2026, petugas mencatat 14 kali erupsi Gunung Anak Krakatau selama periode 6–9 Oktober 2026.
Khusus pada Jumat (9/10), rangkaian erupsi terjadi sembilan kali, yakni pukul 16.17, 16.30, 18.28, 18.34, 18.35, 18.44, 18.45, 19.07, dan 19.10 WIB.
Ketinggian Abu Vulkanik dan Arah Sebarannya
Petugas mengamati abu vulkanik mencapai ketinggian sekitar 6.000 kaki atau 1,8 kilometer pada erupsi pukul 18.28 WIB.
Selain itu, pengamatan Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) menunjukkan abu vulkanik bergerak ke arah barat daya menuju Samudra Hindia sehingga tidak mengarah ke wilayah Sumatra maupun Jawa.
Data Pengamatan Instrumental Badan Geologi
Laporan pengamatan instrumental Badan Geologi mencatat sembilan kali erupsi dengan amplitudo maksimum 55 mm dan durasi erupsi 32 detik hingga pukul 19.20 WIB pada Jumat (9/10). Petugas tidak mengamati tinggi kolom erupsi dalam pengamatan tersebut.
Pengamatan Visual dan Emisi Gas Sulfur Dioksida
Pengamatan visual dan CCTV selama periode 21 September hingga 9 Oktober 2026 menampilkan Gunung Anak Krakatau terlihat jelas hingga tertutup kabut.
Pemantauan melalui satelit Sentinel pada periode tersebut menunjukkan emisi gas sulfur dioksida (SO2) dalam tingkat rendah, berkisar 71–237,5 ton per hari, serta mendeteksi anomali panas dalam tingkat rendah pada kisaran 15–25 N pixel di mana titik api mulai terlihat sejak 6 Oktober 2026.(Chandra Prasetya)













