Para Panahan Indonesia Siapkan Diri Menuju APG 2026
Lampung Selatan, M-TJEK NEWS— Para panahan Indonesia akan mengikuti Hyundai World Archery Para Series 2026 di Ahmedabad, India, pada 5-9 September. Tim menggunakan ajang tersebut sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Para Games 2026 di Jepang.
Selain persiapan menuju Asian Para Games, kejuaraan di India juga memberi peluang bagi para pemanah Indonesia untuk mengumpulkan poin menuju kualifikasi Paralimpiade Los Angeles 2028.
Indonesia Juara Umum Para-meter Archery Indonesia Open 2026
Sebelum berangkat ke India, para panahan Indonesia menyelesaikan persaingan pada Para-meter Archery Indonesia Open 2026 di Lapangan FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah, 7-8 Agustus.
Indonesia menjadi juara umum setelah mengoleksi dua medali emas dan satu medali perak.
Ken Swagumilang menyumbangkan dua medali emas melalui nomor individu dan mixed team bersama Teodora Audi Ayudia Ferelly. Sementara itu, pasangan Kholidin dan Noviera Ross meraih medali perak pada nomor mixed team recurve.
Para Panahan Indonesia Uji Mental Atlet
Turnamen tersebut juga menjadi kesempatan bagi para panahan Indonesia untuk menguji kesiapan mental atlet. Para atlet disabilitas bersaing dengan atlet non-disabilitas dalam kompetisi tersebut.
Dari total 65 peserta, sebanyak 40 atlet berstatus non-disabilitas.
Pelatih para panahan Indonesia Idya Putra Harjianto menilai format tersebut memberikan pengalaman penting bagi atlet sebelum menghadapi kompetisi internasional.
“Biasanya mereka bertanding dengan sesama atlet disabilitas, kali ini didatangkan atlet yang non disabilitas. Artinya pertarungan mental di ajang ini sangat membantu atlet-atlet para panahan Indonesia menuju kejuaraan yang lebih besar,” kata Idya.
Selain mempertemukan atlet dengan latar belakang berbeda, panitia juga menerapkan sejumlah penyesuaian aturan untuk meningkatkan konsentrasi peserta.
Salah satunya dengan menggunakan satu bantalan untuk tiga peserta. Sistem tersebut berbeda dari format yang biasanya menggunakan satu bantalan untuk dua peserta.
Tim Biasakan Sistem Alternate Shoot
Tim pelatih juga memanfaatkan turnamen tersebut untuk membiasakan atlet dengan sistem alternate shoot. Format itu menjadi bagian dari evaluasi setelah para pemanah Indonesia menghadapi kejuaraan dunia di Novemesto, Republik Ceko, pada 29 Juni-4 Juli 2026.
“Kita memberlakukan sistem alternate shoot yang jarang dijumpai di Indonesia. Dari sinilah kita akan membiasakan diri menuju panggung alternate yang akan digunakan saat kejuaraan dunia dan Asian Para Games,” ujar Idya.
Turnamen Perkuat Solidaritas Atlet
Ketua penyelenggara Para-meter Archery Indonesia Open 2026 Rameez Ali mengatakan turnamen tersebut tidak hanya mengukur kesiapan atlet menuju Asian Para Games 2026.
Menurut dia, kompetisi tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas antara pemanah disabilitas dan non-disabilitas.
“Melalui ajang ini kami ingin menambah solidaritas antara pemanah disabilitas dan non disabilitas, yang mana selama ini mungkin belum pernah bertanding bersama, terutama di kejuaraan nasional. Maka dari itu, NPC Indonesia berinisiatif mengadakan kejuaraan ini untuk upaya solidaritas,” ucap Rameez.
Fokus Asian Para Games 2026
Setelah menjalani rangkaian persiapan di Indonesia dan India, tim para panahan Indonesia akan mengalihkan fokus ke Asian Para Games 2026.
Asian Para Games 2026 dijadwalkan berlangsung di Jepang pada 18-24 Oktober. Tim para panahan Indonesia akan memanfaatkan rangkaian kompetisi tersebut untuk meningkatkan kesiapan sebelum tampil pada ajang multievent Asia itu.
(Danang Permana)













