Presiden Prabowo Segera Resmikan Pagar Gajah Way Kambas Sepanjang 138 Km

Lampung Timur,M-TJEK NEWS—Peresmian Pagar Gajah Way Kambas sepanjang 138 kilometer di Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober 2026. Presiden RI Prabowo Subianto diagendakan menghadiri peresmian tersebut.

“Iya jadi, informasinya akhir bulan,” kata Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah

  • Program Presiden untuk Mengatasi Konflik Manusia dan Gajah

Pemerintah menjalankan program pagar dan tanggul gajah melalui Bantuan Presiden (Banpres) Prabowo Subianto.

Program ini bertujuan mengatasi konflik antara manusia dan gajah yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Masyarakat desa penyangga di sekitar kawasan hutan menyambut gembira pembangunan pagar dan tanggul sepanjang 138 kilometer tersebut.

Bagi warga Desa Braja Luhur, salah satu desa penyangga Taman Nasional Way Kambas, pembangunan tanggul itu sesuai dengan harapan mereka.

“Masyarakat senang adanya tanggul di desa kami” ujar Kepala Desa Braja Luhur, Supratikno.

  • Tanggul Diharapkan Lindungi Lahan Pertanian

Supratikno meyakini tanggul  dapat mencegah gajah memasuki area pertanian milik warga.

Ia menilai tinggi dan kemiringan tanggul sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Tinggi dan kemiringan tanggul sesuai yang diharapkan sehingga akan efektif mencegah gajah melewati tanggul,” jelasnya.

  • Pagar Braja Kencana Capai Pemasangan 1 Km

Sementara itu, pembangunan pagar gajah di Desa Braja Kencana mencapai panjang 3 kilometer. Kepala Desa Braja Kencana, Heru Setiawan, mengatakan pekerja telah menyelesaikan pemasangan pagar sepanjang sekitar 1 kilometer.

“Dampak positif adanya pagar, dan tanggul, di Desa Braja Kencana sudah tidak ada lagi gajah memasuki lahan pertanian masyarakat,” tambahnya.

  • Menara Pengawas Buka Peluang Wisata Desa

Selain membangun pagar dan tanggul, pemerintah juga membangun view deck  atau menara pengawas gajah di Desa Braja Kencana.

Menurut Heru Setiawan, keberadaan menara tersebut memberi peluang ekonomi bagi masyarakat.

Warga dapat memantau kemunculan gajah liar yang kerap terlihat di pinggiran hutan dari menara pengawas itu.

“Pagar ,tanggul Gajah, dan Menara Pengawas menjadi peluang wisata desa kami, yang akan kami kembangkan. Karena saat ini area di sekitar view deck gajah ramai dikunjungi warga,” terangnya.

Dengan adanya pagar, tanggul, dan menara pengawas gajah, masyarakat berharap upaya mengurangi konflik manusia dan gajah dapat berjalan seiring dengan pengembangan potensi wisata desa di sekitar Taman Nasional Way Kambas.(Chandra Prasetya)