PSSI Beri Waktu Sepekan untuk Evaluasi Keamanan Suporter
Jakarta,M-TJEK NEWS–PSSI mengancam kembali melarang suporter tandang jika pendukung klub sepak bola kembali terlibat keributan. Ketua PSSI Erick Thohir memberikan waktu satu pekan kepada operator Liga Indonesia atau I.League dan klub untuk mengevaluasi dinamika suporter serta memastikan keamanan selama pertandingan.
Erick Thohir Beri Ultimatum Satu Pekan
Erick menyampaikan ultimatum tersebut di Jakarta, Selasa (13/10/2026). Ia meminta operator liga dan klub segera menyepakati langkah konkret untuk menjaga keamanan suporter.
“Saya akan memberikan kesempatan kepada operator liga dan klub untuk mencapai kesepakatan dalam satu minggu ke depan,” kata Erick di Jakarta, Selasa (13/10).
Selanjutnya, Erick menegaskan PSSI akan mengambil tindakan jika operator liga dan klub gagal menjamin keselamatan suporter.
“Kalau tidak ada kesepakatan dan mereka tidak bisa memastikan keselamatan suporter, PSSI akan mengambil tindakan. Bukan tidak mungkin kami kembali melarang suporter tandang,” ujarnya menegaskan.
Kekerasan Suporter Kembali Jadi Sorotan
Ancaman PSSI tersebut muncul setelah sejumlah pendukung klub sepak bola melakukan aksi kekerasan terhadap rombongan tim EPA Persib di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Tak lama kemudian, suporter Persija Jakarta juga menjadi korban kekerasan di Cikampek. Insiden tersebut kembali memicu ketegangan di antara kelompok pendukung klub sepak bola.
Padahal, operator liga mulai membuka kesempatan bagi suporter tandang untuk mendukung klub kesayangan mereka dalam sejumlah pertandingan Super League 2026/2027. Namun, kebijakan tersebut tetap bergantung pada tingkat risiko setiap pertandingan.
- PSSI Minta Liga dan Klub Bertanggung Jawab
Erick menegaskan bahwa operator liga dan klub harus bertanggung jawab atas penyelenggaraan pertandingan, termasuk menjamin keselamatan suporter yang hadir di stadion maupun dalam perjalanan mendukung tim.
“PSSI meminta liga dan klub bertanggung jawab atas penyelenggaraan pertandingan, termasuk terkait keselamatan suporter,” ucapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pemberian izin bagi suporter tandang bergantung pada komitmen operator liga dan klub dalam menjaga keamanan pertandingan.
“Itulah kesepakatannya. Kami memang sudah mulai membuka kembali kesempatan bagi suporter tandang atau away, tetapi dengan catatan bahwa klub dan liga harus bertanggung jawab jika terjadi sesuatu,” tutur Erick melengkapi.
Dengan tenggat waktu satu pekan tersebut, PSSI meminta operator liga dan klub segera menyepakati mekanisme pengamanan suporter. Jika mereka tidak mampu menjamin keselamatan pendukung tim, PSSI membuka kemungkinan kembali menerapkan larangan suporter tandang.(Chandra Prasetya)



