Pemdes Wonodadi Benahi Administrasi dan Lingkungan
Lampung Selatan, M-TJEK NEWS — Pemerintah Desa (Pemdes) Wonodadi, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan, terus mematangkan persiapan menghadapi Lomba Desa Antikorupsi tingkat Provinsi Lampung.
Bersama masyarakat, aparatur desa membenahi administrasi pemerintahan dan membersihkan lingkungan menjelang penilaian yang direncanakan berlangsung pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Sementara, Desa Wonodadi mendapat kepercayaan mewakili Kecamatan Tanjung Sari dalam ajang tersebut.
Selain mempersiapkan kelengkapan dokumen, Pemdes juga berupaya mempertahankan capaian di bidang kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan.
Persiapan itu disampaikan Camat Tanjung Sari, R. Sy Handoyo Soesilo, S.I.P., M.M., serta Kepala Desa Wonodadi, Suparman, saat diwawancarai NU Media Jati Agung, jaringan M-TJEK NEWS disela sela kegiatan gotong royong, Selasa (13/10/2026).
Gotong Royong dan Pembenahan Administrasi
Handoyo mengatakan pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa tengah mematangkan berbagai kebutuhan menjelang penilaian.
“Ini untuk persiapan lomba Desa Anti Korupsi. Rencananya penilainnya hari Kamis besok. Sementara untuk Kecamatan Tanjung Sari yang mejadi perwakilan, desa Wonodadi,” kata Handoyo.
Menurut Handoyo, persiapan mencakup kelengkapan administrasi dan penataan lingkungan.
Pemerintah desa merapikan dokumen sekaligus membersihkan area yang masih memerlukan pembenahan.
“Tahapannya, mulai dari berkas sudah kita rapihkan, kemudian yang kurang-kurang ini kayak apa namanya lingkungan ya, kita bersihkan biar selalu helau,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut juga melibatkan ketua RT, kepala dusun, perangkat desa, dan masyarakat.
Handoyo mengatakan warga telah datang sejak pagi untuk bergotong royong.
Setelah sebagian warga pulang, sejumlah aparatur desa masih melanjutkan pekerjaan yang belum selesai.
“Hari ini tadi RT, masyarakat sudah datang ya dari pagi, ini sudah sebagian pulang, tinggal sisa Pak Kadus, aparatur desa, saya dengan Pak Kades, ya kita melanjutkanlah mana yang masih belum bersih, belum rapi, kita rapikan,” tuturnya.
Selain membersihkan lingkungan, pemerintah desa juga telah melengkapi dokumen yang masih kurang, termasuk surat keputusan (SK) yang diperlukan dalam administrasi pemerintahan.
“Kemudian berkas-berkas yang masih belum rapih ya kita rapihkan, kita buat, apa yang kurang, SK-SK kita, kita lengkapi. Sehingga nanti pada saat penilaian kita sudah siap, gitu loh,” lanjutnya.
Suparman Ingin Pertahankan Prestasi Desa
Sementara itu, mengenai lomba desa anti korupsi ini, Kepala Desa Wonodadi, Suparman, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti arahan Inspektorat Kabupaten Lampung Selatan dengan membenahi berbagai aspek pemerintahan desa.
Ia menempatkan kebersihan lingkungan dan ketertiban administrasi sebagai prioritas.
“Sesuai arahan dari Inspektorat selaku Ketua Tim Pelaksana Lomba Desa Antikorupsi kemarin, saya harus membenahi semua lini, terutama terkait kebersihan lingkungan dan ketertiban administrasi,” ujar Suparman.
Suparman juga berterima kasih kepada Camat Tanjung Sari atas kepercayaan yang diberikan kepada Wonodadi untuk mewakili kecamatan Tanjung Sari.
“Saya juga berterima kasih kepada Pak Camat Tanjung Sari yang telah mempercayakan Desa Wonodadi untuk mewakili Kecamatan Tanjung Sari dalam Lomba Desa Antikorupsi ini,” jelasnya.
Menurutnya, kebersihan lingkungan juga menjadi salah satu upaya mempertahankan capaian yang pernah diraih desa.

Pasalnya, Desa Wonodadi sebelumnya meraih sukses menyabet juara 1 lomba kebersihan kantor desa dan peringkat ke-25 dalam Lomba Desa Helau.
“Menjaga kebersihan lingkungan juga merupakan salah satu upaya kita untuk mempertahankan prestasi yang sudah diraih, Mas. Sebelumnya, Desa Wonodadi berhasil meraih juara satu lomba kebersihan kantor desa dan peringkat ke-25 dalam Lomba Desa Helau,” ujar Kades yang hobi Sepak Bola ini.
Capaian tersebut menjadi perhatian pemerintah desa dalam menghadapi target berikutnya.
Suparman mengatakan dirinya berupaya mempertahankan sekaligus meningkatkan hasil yang telah diraih.
“Sebagai pimpinan di Desa Wonodadi, saya harus berupaya semaksimal mungkin untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian tersebut. Sekarang, ada satu target lagi yang harus kita maksimalkan, yaitu mengikuti Lomba Desa Antikorupsi,” tegasnya.
Harapkan Dukungan Masyarakat
Suparman berharap masyarakat terus mendukung persiapan hingga penilaian berlangsung.
Ia menilai kebersamaan dan gotong royong menjadi bagian penting dalam upaya menyukseskan keikutsertaan Wonodadi dalam lomba tersebut.
“Harapan saya, masyarakat Desa Wonodadi dapat bersama-sama membantu pemerintah desa dalam menyukseskan Lomba Desa Antikorupsi ini, baik melalui kebersamaan maupun semangat gotong royong. Mudah-mudahan apa yang kita harapkan bersama dapat tercapai dan terwujud,” tutupnya.
Lebih lanjut, Handoyo juga mengajak aparatur desa dan masyarakat mendukung program Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, termasuk Desa Helau yang menekankan kebersihan dan penataan lingkungan.
“Pesannya sih, selalu dukung program Bapak Bupati baik di pemerintahan desa maupun di masyarakat, serta dukung program Desa Helau,” ungkap Handoyo.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan dari lingkup terkecil serta membangun kerja sama antara aparatur desa dan masyarakat.
“Kemudian, aparatur desa harus selalu berbuat kebaikan untuk masyarakat. Begitu juga dengan masyarakat, harus sejalan dengan pimpinan—artinya, minimal dari lingkungan kita sendiri harus berbuat yang terbaik. Mari kita jaga kebersihan dan lingkungan kita. Kalau lingkungannya sehat, orangnya sehat; kalau orangnya sehat, pemerintahannya juga sehat,” ujarnya.
Sebanyak 17 Desa Disiapkan Mengikuti Penilaian
Program Desa Antikorupsi di Kabupaten Lampung Selatan menyiapkan 17 desa yang mewakili 17 kecamatan untuk mengikuti penilaian tingkat Provinsi Lampung. Setiap kecamatan mengusulkan satu desa sebagai perwakilan.
Pendampingan melibatkan Inspektorat Kabupaten Lampung Selatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), pemerintah kecamatan, serta pemerintah desa terkait.
Program tersebut berfokus pada transparansi dan akuntabilitas pemerintahan desa.
Aspek lainnya meliputi ketertiban administrasi, pengelolaan keuangan desa, keterbukaan informasi APBDes dan penggunaan Dana Desa, serta penguatan pengawasan dan partisipasi masyarakat.
Dari 17 desa yang dipersiapkan, lima desa akan diseleksi untuk diusulkan mengikuti penilaian tingkat Provinsi Lampung. Penilaian tingkat provinsi direncanakan berlangsung pada Desember 2026.
Bagi Wonodadi, persiapan ini menjadi kesempatan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus mempertahankan capaian di bidang kebersihan lingkungan.
Pemerintah desa berharap dukungan masyarakat dapat membantu mereka menghadapi penilaian Lomba Desa Antikorupsi. (ARIF)





