Iran Uni Emirat Arab Kembali Memicu Ketegangan Regional
Teheran, M-TJEK NEWS — Ketegangan Iran Uni Emirat Arab kembali meningkat setelah Teheran memperingatkan Abu Dhabi agar tidak bekerja sama dengan pihak yang dianggap memusuhi Republik Islam Iran.
Pemerintah Iran menilai hubungan UEA dengan Amerika Serikat dan Israel berpotensi mengganggu stabilitas kawasan Timur Tengah.
Peringatan tersebut muncul usai Uni Emirat Arab menuding Iran berada di balik serangan rudal dan drone yang menghantam wilayahnya dalam beberapa hari terakhir.
Namun, Teheran langsung membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai tuduhan yang menyesatkan.
Pemerintah Iran melalui Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa langkah pertahanan militernya hanya bertujuan menghadapi agresi Amerika Serikat, bukan menyerang wilayah UEA.
Iran Tuduh UEA Berkolusi dengan Musuh
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Iran menuduh UEA memberikan ruang bagi keberadaan militer Amerika Serikat dan Israel di wilayahnya.
Teheran menilai kondisi itu mengancam keamanan nasional Iran sekaligus memperburuk situasi kawasan.
“Kami mengutuk tindakan subversif rezim Abu Dhabi dan kolusi mereka dengan pihak-pihak yang memusuhi Republik Islam Iran, termasuk dengan terus menampung pangkalan dan peralatan militer mereka,” demikian kecaman Kementerian Luar Negeri Iran.
Selain itu, Iran juga menilai para pejabat UEA telah mengambil langkah yang bertentangan dengan prinsip hubungan bertetangga yang baik.
“Melalui kerja sama terbuka dengan pihak agresor Amerika dan melemahkan keamanan dan kepentingan nasional Iran,” sebut Kementerian Luar Negeri Iran merujuk pada tindakan UEA.
Tuduhan Serangan Rudal Jadi Pemicu
Ketegangan terbaru terjadi setelah Uni Emirat Arab menuding Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke sejumlah wilayah strategis.
Salah satu serangan dilaporkan memicu kebakaran di zona industri minyak Fujairah dan menyebabkan tiga orang mengalami luka.
Meski demikian, militer Iran membantah seluruh tuduhan tersebut. Pemerintah Iran bahkan menyebut tuduhan Abu Dhabi tidak berdasar dan hanya memperkeruh konflik regional.
Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa tindakan defensif militernya hanya bertujuan menghadapi ancaman dari Amerika Serikat.
Iran Desak Abu Dhabi Hindari Kerja Sama Militer
Teheran kemudian meminta Abu Dhabi menghentikan kerja sama dengan pihak yang dianggap bermusuhan dengan Iran.
Pemerintah Iran juga menegaskan komitmennya terhadap hukum internasional dan hubungan baik antarnegara tetangga.
“Kami dengan tegas menyerukan kepada Abu Dhabi untuk menahan diri dari melanjutkan kolusi dan kemitraan dengan pihak-pihak yang bermusuhan dalam melakukan praktik-praktik yang melanggar hukum internasional terhadap Iran,” cetus Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataannya.
Iran juga menegaskan siap mengambil langkah yang diperlukan demi menjaga kepentingan nasionalnya.
“Sudah jelas bahwa Iran tidak akan ragu untuk mengambil tindakan yang diperlukan dan tepat untuk membela kepentingannya dan keamanan nasionalnya,” tegas pernyataan tersebut.
Situasi Timur Tengah Kian Sensitif
Meningkatnya ketegangan Iran Uni Emirat Arab menambah daftar konflik geopolitik yang memanas di Timur Tengah.
Hubungan Iran dengan negara-negara Teluk sebelumnya juga beberapa kali mengalami gesekan akibat isu keamanan, pengaruh militer asing, dan konflik kawasan.
Sementara itu, Uni Emirat Arab hingga kini tetap mempertahankan posisinya dan menyatakan memiliki hak untuk merespons setiap ancaman keamanan yang diarahkan ke wilayahnya. (ARIF)













