Proyek Hilirisasi Dorong Penciptaan Lapangan Kerja

Jakarta, M-TJEK NEWS Proyek hilirisasi yang dijalankan pemerintah diproyeksikan mampu menyerap sekitar 600 ribu tenaga kerja di Indonesia.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menyampaikan proyeksi tersebut saat melaporkan perkembangan proyek kepada Prabowo Subianto.

“Kalau kita lihat dari proyek-proyek yang kita jalankan ini, akan menciptakan lapangan pekerjaan mencapai kurang lebih 600.000 orang,” tutur Rosan.

  • Proyek Tahap Kedua Digelar di 13 Lokasi Strategis

Selain itu, pemerintah melaksanakan proyek hilirisasi tahap kedua secara serentak di 13 titik strategis nasional. Sebelumnya, pemerintah telah menyelesaikan tahap pertama di 11 lokasi pada awal Februari 2026.

Kemudian, sejumlah proyek yang berjalan pada tahap kedua mencakup pembangunan kilang gasoline di Cilacap dan Dumai, serta pengolahan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim.

  • Sektor Energi, Mineral, hingga Pertanian Diperkuat

Selanjutnya, proyek hilirisasi mencakup berbagai sektor strategis. Pemerintah mengembangkan manufaktur stainless steel, industri nikel, slab baja karbon, hingga hilirisasi tembaga, emas, dan bijih besi.

Di sisi lain, sektor pertanian juga mendapatkan perhatian melalui pembangunan pengolahan minyak sawit menjadi oleofood dan biodiesel.

Selain itu, pemerintah mengembangkan hilirisasi produk kelapa dan pala untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

  • Tahap Pertama Sukses Bangun Industri Dasar

Sebelumnya, pemerintah telah menyelesaikan sejumlah proyek pada tahap pertama.

Proyek tersebut meliputi pembangunan smelter alumina di Kalimantan Barat, bioavtur di Jawa Tengah, serta bioetanol dan pengolahan garam industri di Jawa Timur.

Bahkan, pemerintah juga membangun peternakan ayam terintegrasi di berbagai wilayah sebagai bagian dari penguatan sektor pangan nasional.

  • Danantara Jadi Motor Transformasi Ekonomi Nasional

Lebih lanjut, Rosan menegaskan bahwa Danantara tidak hanya berperan sebagai pengelola aset negara. Namun, lembaga ini juga berfungsi sebagai katalisator transformasi ekonomi nasional.

“Karena mandat kami adalah menciptakan nilai tambah, mengoptimalkan aset, menciptakan efisiensi, dan tentunya sebagai investasi negara untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia,” kata Rosan. (ARIF)