SD N 1 Tanjungsari Kembangkan Bakat dan Literasi Digital
Lampung Selatan, M-TJEK NEWS— SD N 1 Tanjungsari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, terus mengembangkan bakat siswa melalui kegiatan kreatif dan pembelajaran berbasis teknologi.
Melalui berbagai program tersebut, sekolah berupaya membantu siswa mengenali potensi diri, meningkatkan kepercayaan diri, serta mempersiapkan diri menghadapi perkembangan zaman.
Sartiman, S.Pd., guru sekaligus operator sekolah SD N 1 Tanjungsari, menjelaskan bahwa sekolah terus menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kebutuhan siswa.
Selain pembelajaran akademik, sekolah memanfaatkan momentum peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus dan berbagai perlombaan internal untuk menggali minat serta bakat anak sejak dini.
Lomba Kreatif Bantu Guru Mengenali Potensi Siswa
Menurut Sartiman, sekolah merancang berbagai perlombaan untuk membantu guru mengenali kemampuan siswa secara langsung. Kegiatan tersebut meliputi lomba azan, solo song, seni kaligrafi, hingga ketangkasan baris-berbaris.
“Melalui kegiatan ini, kami bisa melihat langsung minat dan potensi anak-anak secara nyata. Kadang ada siswa yang enggan menunjukkan bakatnya di kelas, namun tampil percaya diri saat diberi wadah perlombaan. Dari situlah dewan guru dapat melakukan pemetaan dan pembinaan lebih lanjut,” ujar Sartiman, di kantor sekolah (14/10/2026).
Melalui kegiatan tersebut, guru memperoleh kesempatan untuk mengamati kemampuan siswa di luar pembelajaran rutin. Hasilnya, SD N 1 Tanjungsari meraih sejumlah prestasi tingkat Kecamatan Natar, antara lain Juara 2 Lomba Kaligrafi dan Juara 3 Lomba Solo Song.
Prestasi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan kreatif dapat menjadi salah satu sarana untuk mendorong keberanian siswa dalam menampilkan kemampuan mereka. Selain itu, guru dapat menggunakan hasil pengamatan selama perlombaan sebagai bahan pertimbangan untuk pembinaan selanjutnya.
SD N 1 Tanjungsari Perkuat Pembelajaran Digital
Selain mengembangkan seni dan karakter, SD N 1 Tanjungsari juga mulai mengintegrasikan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar.
Sekolah mengenalkan literasi digital agar siswa memahami pemanfaatan teknologi sejak pendidikan dasar.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, perwakilan sekolah mengikuti pelatihan pembelajaran digital tingkat nasional di Jakarta pada 2025.
Setelah mengikuti pelatihan, sekolah mulai menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan belajar mengajar, termasuk mengenalkan dasar-dasar coding atau pemrograman kepada siswa kelas 6.
“Pembelajaran digital kini sudah berjalan di sekolah kami. Anak-anak sangat antusias ketika diajak berinteraksi dengan teknologi. Harapan kami, pengenalan dasar ini menjadi bekal berharga bagi mereka saat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” tambah Sartiman.
Pengenalan coding memberi kesempatan kepada siswa untuk memahami dasar pemrograman sejak dini.
Dengan demikian, sekolah berupaya memperluas pengalaman belajar sekaligus membangun kesiapan siswa dalam menghadapi perkembangan teknologi.
Kolaborasi Guru Dorong Inovasi Pembelajaran
Di samping pengembangan bakat siswa dan pembelajaran digital, kekompakan guru turut mendukung pelaksanaan berbagai program sekolah. Kepala sekolah dan dewan guru membangun kolaborasi untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta mendukung perkembangan siswa.
Salah satu upaya tersebut berlangsung melalui Komunitas Belajar (Kombel). Dalam kegiatan yang rutin berlangsung di sela-sela jam istirahat, para guru bertukar gagasan, menyusun strategi pembelajaran interaktif, dan memperkuat kerja sama.
Melalui forum tersebut, guru memiliki ruang untuk berbagi pengalaman dan mendiskusikan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Kolaborasi ini juga mendukung upaya sekolah dalam menjaga semangat kerja sama dan meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar.
“Pesan kami untuk seluruh dewan guru adalah tetap menjaga kekompakan, soliditas, dan semangat kekeluargaan. Ketika guru-guru bersemangat dan saling berkolaborasi menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, anak-anak pun akan tumbuh menjadi generasi yang percaya diri dan berprestasi,” tutup Sartiman.
Pengembangan Bakat dan Teknologi Jadi Bekal Masa Depan
Melalui perlombaan kreatif, pembelajaran digital, dan kolaborasi guru, SD N 1 Tanjungsari terus membuka ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan mereka. Berbagai kegiatan tersebut membantu guru mengenali potensi anak sekaligus mendukung proses pembinaan sesuai minat siswa.
Ke depan, konsistensi sekolah dalam mengembangkan bakat, karakter, dan literasi digital menjadi bagian penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.
Upaya tersebut juga memperkuat peran sekolah dasar dalam membangun generasi yang percaya diri, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.(Erwin indra saputra).







