Ansor Jatiagung Fokus Bangun Ekonomi Digital dan Aktifkan 21 Ranting

Lampung Selatan, M-TJEK NEWS— GP Ansor Jati agung langsung bergerak setelah pelantikan dengan mengusung program penguatan ekonomi digital untuk menjangkau generasi muda atau Gen Z. Selain itu, kepengurusan baru juga menargetkan pembentukan kembali kepengurusan ranting di 21 desa dalam waktu kurang dari 100 hari kerja.

  • Pengurus Baru Prioritaskan Ekonomi Digital untuk Gen Z

Pasca resmi dilantik, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jati agung membawa visi baru di bawah kepemimpinan Ketua Rian Warianto dan Sekretaris Wi. Kepengurusan periode ini menitikberatkan program pada penguatan ekonomi melalui digitalisasi guna menarik minat generasi muda.

Ketua PAC GP Ansor Jati agung, Rian Warianto, menjelaskan bahwa fokus kepengurusannya sengaja diarahkan pada sektor bisnis dan ekonomi digital. Menurutnya, langkah tersebut menyesuaikan karakteristik pemuda saat ini yang akrab dengan perangkat digital dan media sosial.

“Hampir semua generasi muda saat ini memiliki HP dan mengenal dunia sosial, baik itu TikTok, Twitter, WhatsApp, hingga YouTube. Kita akan fokus menggali potensi di situ untuk memberikan edukasi di bidang digitalisasi,” ujar Rian saat diwawancarai seusai pelantikan.

  • Ansor Jatiagung Dorong Kemandirian Finansial Organisasi

Selain memberikan edukasi digital, Rian memaparkan strategi konkret yang akan diterapkan kepada kader. Salah satunya yakni pengelolaan akun digital komersial atau email pro yang memiliki nilai ekonomi.

Menurut Rian, langkah tersebut dapat menjadi sumber pendanaan mandiri bagi organisasi di tingkat ranting. Dengan demikian, kegiatan organisasi tidak lagi bergantung sepenuhnya pada iuran anggota.

Jika dalam satu ranting ada anggota yang produktif, dalam setahun bisa terkumpul dana taktis organisasi yang cukup besar. Jadi, setiap kali kita kumpul atau membuat kegiatan, kita tidak semata-mata mengandalkan iuran anggota lagi. Ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pemuda lain untuk bergabung,” tambahnya.

Meskipun demikian, Rian mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini ialah mengubah pola pikir generasi muda yang cenderung menginginkan hasil instan. Namun, ia optimistis nilai berkhidmat di Ansor tetap dapat berjalan beriringan dengan kemandirian ekonomi.

  • Target 100 Hari Kerja Aktifkan 21 Desa

Selain fokus pada ekonomi digital, PAC GP Ansor Jati agung juga menghadapi pekerjaan rumah di bidang kaderisasi. Pada periode sebelumnya, aktivitas organisasi di tingkat ranting sempat mengalami kevakuman.

“Target kami dalam kurun waktu kurang dari 100 hari kerja, kepengurusan ranting di 21 desa di Jati agung harus sudah terbentuk dan aktif kembali,” tegas Rian.

  • Pengurus Ajak Kader Tinggalkan Dinamika Lama

Sementara itu, Sekretaris PAC GP Ansor Jati agung, Wi, menilai keterbukaan dan keharmonisan antar pengurus serta kader menjadi faktor utama keberhasilan program kerja yang telah disusun.

Ia juga menegaskan bahwa pelantikan resmi oleh Pengurus Cabang telah mengakhiri seluruh dinamika perbedaan pendapat yang muncul sebelumnya.

“Saya berharap semua cerita (dinamika) kemarin ditutup. Sudah tidak ada lagi cerita sumbang di luar karena proses musyawarah hingga pelantikan hari ini semuanya sah dan sesuai jalur. Mari bareng-bareng, semua kader Ansor di Jati agung, kita sama-sama berkhidmat dan berbuat yang terbaik untuk wilayah kita,” pungkas Wi.  (Erwin Indra Saputra