KAI Evakuasi Penumpang Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi
Jakarta, M-TJEK NEWS – KAI evakuasi penumpang menjadi langkah utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) setelah insiden kecelakaan antara CommuterLine dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam.
Peristiwa ini terjadi di wilayah Daerah Operasi (DAOP) 1 Jakarta dan berdampak pada gangguan perjalanan kereta api.
Kronologi Kecelakaan di Bekasi Timur
Insiden terjadi pada Senin pukul 20.52 WIB di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920. Saat itu, CommuterLine tengah berhenti di jalur 1 menuju arah Cikarang.
Namun demikian, kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi dari arah barat memasuki jalur yang sama dan menabrak rangkaian tersebut.
Akibat kejadian itu, operasional perjalanan kereta api di lintas Bekasi Timur mengalami gangguan signifikan.
Proses Evakuasi dan Penanganan Korban
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo menegaskan bahwa pihaknya langsung melakukan langkah cepat di lokasi kejadian.
“Saat ini PT KAI bersama pihak kepolisian tengah melakukan proses evakuasi terhadap rangkaian kereta serta penanganan korban di lokasi kejadian. Kami berupaya semaksimal mungkin agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali normal,” ujar Franoto.
Selain itu, petugas di lapangan juga melakukan pengamanan area serta berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mempercepat proses evakuasi.
Upaya Pemulihan Operasional Kereta
Selanjutnya, KAI memastikan seluruh tim bekerja optimal agar perjalanan kereta api kembali berjalan normal.
Untuk mendukung proses tersebut, KAI mengambil langkah pengamanan dengan menonaktifkan sementara aliran listrik aliran atas (LAA) di lintas Cibitung–Bekasi Timur dan emplasemen Bekasi Timur.
Langkah ini bertujuan untuk menjaga keselamatan petugas selama proses evakuasi berlangsung.
Dampak Terhadap Perjalanan Kereta
Di sisi lain, gangguan ini berdampak langsung pada perjalanan kereta di wilayah DAOP 1. Oleh karena itu, KAI terus melakukan koordinasi intensif agar layanan dapat segera pulih dan kembali melayani masyarakat secara optimal. (Resmi Januari, S.H.)














