Peningkatan Citra Polri Dinilai Perkuat Ketaatan Hukum Masyarakat

Jakarta, M-TJEK NEWS Peningkatan citra Polri mendapat apresiasi dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya

Menurutnya, meningkatnya kepercayaan publik terhadap Kepolisian Republik Indonesia (Polri) turut mendorong penguatan ketaatan hukum di tengah masyarakat.

Penilaian tersebut merujuk pada hasil Survei Litbang Kompas yang mencatat skor layanan Polri meningkat dari 7,76 pada Oktober 2025 menjadi 8,37 pada April 2026. 

Karena itu, Gus Yahya menilai capaian tersebut menjadi indikator positif bagi penegakan hukum dan keamanan nasional.

  • Gus Yahya Apresiasi Kinerja Polri

Gus Yahya menyampaikan bahwa peningkatan citra Polri membawa dampak terhadap kepatuhan masyarakat dalam menaati aturan hukum.

“Peningkatan citra Polri di mata masyarakat. Hal itu mendorong penguatan ketaatan hukum masyarakat,” kata Gus Yahya, sapaan akrabnya, di Jakarta pada Sabtu (27/6/2026).

Selain itu, ia menilai meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri memberikan harapan bagi terciptanya kondisi keamanan yang semakin baik.

“Sehingga ketertiban dan keamanan diharapkan lebih terjamin,” lanjutnya.

  • Polisi Berada di Garda Terdepan Penegakan Hukum

Lebih lanjut, Gus Yahya menegaskan bahwa kepolisian memegang peranan penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban hukum di Indonesia. 


Baca JugaJangan Hakimi Pesantren, Pesan KH Dimyati Rifa’i


Menurutnya, polisi menjadi garda terdepan dalam memastikan aturan hukum berjalan dengan baik.

“Di dalam tertib hukum itu, kepolisian menjaga pagar-pagar, berada di garis terdepan dari pagar-pagar penjagaan,” ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa setiap anggota kepolisian yang menjalankan tugas secara jujur dan penuh keikhlasan telah memberikan pengabdian besar kepada bangsa.

“Dan setiap petugas kepolisian yang melaksanakan tugasnya dengan baik dengan jujur dengan penuh ikhlas adalah pahlawan-pahlawan bangsa,” imbuhnya.

  • Survei Litbang Kompas Catat Perbaikan Kinerja Polri

Sementara itu, Survei Litbang Kompas menunjukkan berbagai upaya pembenahan yang dilakukan Polri mulai membuahkan hasil. 

Survei tersebut mencatat jumlah pelanggaran yang dilakukan anggota kepolisian semakin berkurang dibandingkan periode sebelumnya.

Meski demikian, survei masih menemukan beberapa bentuk pelanggaran yang paling sering diketahui masyarakat, yakni sikap arogansi, pungutan liar, perselingkuhan, dan hedonisme. 

Kendati begitu, proporsi keempat pelanggaran tersebut terus menurun sehingga menunjukkan perbaikan di mata publik.

Di sisi lain, survei juga menyoroti penyalahgunaan narkoba oleh oknum anggota kepolisian sebagai persoalan yang masih perlu mendapat perhatian serius.

“Artinya meskipun relatif sedikit, soal penyalahgunaan narkoba menjadi lampu merah bagi peningkatan profesionalitas anggota Polri,” demikian dikutip dari Harian Kompas edisi Jumat (26/6/2026).

Hasil survei tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan citra Polri berjalan seiring dengan upaya pembenahan internal. 

Oleh sebab itu, penguatan profesionalitas dan integritas anggota kepolisian tetap menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat. (ARIF)